Kelelahan kerja masih terjadi pada pekerja perusahaan galangan kapal. Kelelahan kerja dapat mempengaruhi kondisi tubuh yang menyebabkan penurunan ketahanan tubuh dan produktivitas. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan antara usia, status gizi, masa kerja, beban kerja fisik, kebisingan, dan penerangan dengan kelelahan pada pekerja konstruksi lambung kapal.
Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pekerja bagian produksi divisi kapal perang sebanyak 112 orang. Teknik pengambilan sampel dengan proportional stratified random sampling sebanyak 53 orang.
Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan kelelahan kerja P < 0,05 (p = 0,000) dengan tingkat hubungan sedang (r = 0,511) dan arah hubungan positif. Beban kerja fisik berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja P < 0,05 (p = 0,000) dengan tingkat hubungan sedang (r = 0,531) dan arah hubungan positif. Kebisingan berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja P < 0,05 (p = 0,010) dengan tingkat hubungan lemah (r = 0,353) dan arah hubungan positif. Penerangan berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja P < 0,05 (p = 0,000) dengan tingkat hubungan sedang (r = -0,524) dan arah hubungan negatif. Usia (p = 0,129) dan masa kerja (p = 0,651) tidak berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan signifikan antara status gizi, beban kerja fisik, kebisingan, dan penerangan dengan kelelahan kerja. Usia dan masa kerja tidak berhubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Perusahaan disarankan menyesuaikan tuntutan tugas dengan kapasitas kerja, melakukan pengukuran kebisingan dan penerangan di dalam kapal secara rutin sehingga meminimalisir kelelahan kerja.
Penulis: Dr. Noeroel Widajati, S.KM, M.Sc
Jurnal: FACTORS THAT CAUSE WORK FATIGUE AMONG SHIPYARD WORKERS





