51动漫

51动漫 Official Website

Faktor Pendorong Inovasi Perpustakaan Umum di Indonesia

Ilustrasi Perpustakaan (Sumber: Kumparan)
Ilustrasi Perpustakaan (Sumber: Kumparan)

Inovasi adalah pengembangan, adopsi, dan implementasi ide-ide baru, sementara kreativitas hanyalah penemuan ide-ide baru. Perilaku Inovatif adalah tindakan yang bertujuan untuk menciptakan, mengimplementasikan, dan mengusulkan ide-ide baru untuk meningkatkan kinerja seseorang, departemen, atau organisasi. Secara khusus, perilaku inovatif pekerja merupakan aset berharga karena mencakup penciptaan, adopsi, dan implementasi ide-ide baru untuk tenaga kerja, barang, dan jasa, yang membantu setiap organisasi berkembang dalam lingkungan kerja yang inovatif. Individu mendapat manfaat dari perilaku inovatif karena perilaku inovatif menekankan peran individu daripada peran institusi. Oleh karena itu, keadilan distributif yang dirasakan dapat memoderasi hubungan antara keterlibatan karyawan dan aktivitas kreatif.

Perilaku yang berkaitan dengan penciptaan inovasi merupakan studi penelitian yang masih dinamis. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana individu dan organisasi menghasilkan, mengadopsi, dan mengimplementasikan ide-ide dan solusi baru. Menurut penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa karyawan dengan kesejahteraan psikologis positif lebih terlibat dalam pekerjaan dan kinerjanya jauh berbeda, kreatif, inovatif dan tinggi dibandingkan dengan karyawan dengan kesejahteraan psikologis rendah. Sebagaimana disebutkan dalam literatur sebelumnya, karyawan yang sangat terlibat dalam pekerjaannya lebih kreatif dan inovatif dalam hal perilaku kerja mereka. Lebih lanjut, kesejahteraan psikologis karyawan dapat berkontribusi pada tingkat efisiensi, efektivitas, dan perilaku kerja yang inovatif yang tinggi. Perilaku kerja inovatif karyawan ditemukan berada pada tingkat yang diinginkan ketika karyawan memiliki kesehatan mental yang baik dan tidak ada tekanan apa pun, sehingga modal psikologis, kesehatan psikologis, dan kesejahteraan psikologis berada pada puncaknya.

Perpustakaan perlu meningkatkan sumber daya manusia bagi pengelola perpustakaan yang terus mengikuti perkembangan terkini dalam menyediakan informasi. Pustakawan merupakan salah satu sumber daya yang menggerakkan sumber daya lain dalam organisasi perpustakaan yang memungkinkan perpustakaan berperan optimal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Pustakawan perlu meningkatkan kompetensinya dan diharapkan menghasilkan kinerja kerja yang baik. Pustakawan dituntut untuk meningkatkan kemampuannya di bidang teknologi informasi dan menjadi bagian dari budaya kerja di perpustakaan.

Perilaku kerja inovatif di kalangan pustakawan dibutuhkan dalam pengembangan organisasi dan peningkatan kinerja melalui perbaikan atau efisiensi dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Adanya perilaku kerja inovatif pada pustakawan dapat mendorong kinerja dan mengembangkan kompetensi organisasi dalam upaya mencapai tujuan yang disepakati. Perilaku kerja inovatif pada pustakawan merupakan hasil interaksi antara individu sebagai pekerja, kelompok sebagai proses kerja, dan proses organisasi sebagai praktik manajemen yang lazim dilakukan dalam organisasi. Pustakawan perlu berperilaku inovatif sebagai bekal untuk mendapatkan manfaat maksimal dari teknologi dan praktik terkini, agar dapat bersaing secara menguntungkan dalam skala global. Kemajuan dan keterampilan kepustakawanan dibutuhkan untuk menjadi kompetitif dan inovatif, menyelaraskan profesi ini dengan kemajuan praktik terbaik internasional mendasari kebutuhan akan keterampilan.

Deduksi penelitian menghasilkan inferensi pemahaman mendasar mengenai aspek-aspek yang dapat memengaruhi perilaku inovatif pustakawan di tempat kerja (perpustakaan). Hal ini didasarkan pada hasil observasi, wawancara dan juga dokumentasi dari beberapa informan di beberapa instansi pemerintah Indonesia yang menjadi sampel penelitian ini berdasarkan beberapa indikator dan seleksi. Di antaranya adalah Dinas Perpustakaan (dan Kearsipan) di tiga wilayah berbeda seperti Kota Malang, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Gunung Kidul. Dengan total 29 informan diperoleh hasil yaitu faktor-faktor apa saja yang dapat memotivasi pustakawan untuk terus berinovasi. Faktor-faktor tersebut merupakan aspek-aspek yang menjadi titik tolak untuk melakukan penelitian, dan menjadi konsep-konsep kognitif terkait aspek-aspek mendasar bagi pustakawan untuk berperilaku inovatif di perpustakaan.

Kemudian pada output, hasil observasi dianalisis mengenai kualitas kognitif konsep pendorong perilaku inovatif pada pustakawan ke dalam beberapa poin aktualisasi. Semua faktor pendorong perilaku inovatif pustakawan di perpustakaan diuraikan dan dipersempit menjadi faktor-faktor dasar, yang secara sederhana dibagi menjadi faktor internal yang dapat dipengaruhi dari dalam perpustakaan, seperti organisasi, kepemimpinan wajib, motivasi dan pengembangan karier, tugas dan fungsi, serta aktualisasi diri. Faktor selanjutnya adalah aspek sebaliknya, yaitu faktor eksternal yang hanya dapat dipengaruhi oleh keadaan di luar lingkup perpustakaan seperti stigma masyarakat, perubahan karakteristik pengguna, perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), bencana, dan keadaan yang tidak terduga. Setelah itu, berbagai faktor pendorong perilaku inovatif pustakawan di perpustakaan ini diuraikan dan diperbandingkan satu sama lain berdasarkan aspek-aspek yang memiliki tanda serupa sehingga menjadi beberapa konsep baru. Konsep ini merupakan terminasi dari penelitian sebagai luarannya, yaitu beberapa aspek preposisi sebagai kognitif sosial yang terkait dengan keadaan yang dapat memengaruhi perilaku inovatif pustakawan di perpustakaan.

Penulis: Dyah Puspitasari Srirahayu, S.Kom., M.Hum.

Informasi detail terkait artikel ini dapat dilihat pada:

AKSES CEPAT