Produksi semen Indonesia menduduki peringkat lima besar dunia (IISD, 2018). Kapasitas produksi semen Indonesia mendekati 114 juta ton pada tahun 2019, sedangkan konsumsi semen nasional mendekati 70 juta ton. Seperti dilansir Asosiasi Semen Indonesia (ICA, 2020), harga semen cenderung naik seiring dengan meningkatnya belanja konstruksi di Indonesia. Namun, von Buchwaldt (2020) menyoroti bahwa industry semen saat ini dihadapkan pada persaingan yang ketat dan tekanan yang tidak terbatas pada kinerja ekonomi, seperti tingkat emisi, limbah, kesehatan, keselamatan, dan masyarakat sekitar. Strategi dan prosedur inovasi ramah lingkungan kini berada di garis depan gerakan dunia untuk memitigasi dampak perubahan iklim dan melestarikan lingkungan (Jiang et al., 2020; Tweneboa Kodua et al., 2022). Terkait dengan situasi ini, terdapat perhatian penting untuk memasukkan pelestarian dan pengawasan iklim ke dalam pengelolaan sumber daya manusia, karena terdapat keyakinan bahwa praktik sumber daya manusia memiliki potensi besar untuk memasukkan isu-isu berkelanjutan (Tweneboa Kodua et al., 2022). Shafaei dkk. (2020) manajemen sumber daya manusia hijau (GHRM) didefinisikan sebagai praktik mengintegrasikan inovasi dan strategi ramah lingkungan ke dalam operasi inti sistem manajemen sumber daya manusia suatu organisasi.
Produksi semen di Indonesia meningkat seiring dengan peningkatan belanja infrastruktur. Namun, saat ini industri ini dihadapkan pada meningkatnya persaingan dan tantangan yang melampaui kinerja perekonomian dan mencakup masalah lingkungan dan sosial seperti emisi, limbah, kesehatan, dan keselamatan. Seiring dengan semakin pentingnya sumber daya manusia, industri semen mencoba beralih dari manajemen sumber daya manusia (SDM) tradisional ke manajemen sumber daya manusia yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi atribut-atribut penting dalam menggerakkan industri dengan mengadopsi GHRM baik dari sudut pandang teori pemangku kepentingan dan pandangan berbasis sumber daya. Penelitian kami sejalan dengan ilmu pengambilan keputusan karena penelitian kami menggunakan FDM dan FDEMATEL untuk membantu organisasi fokus pada aspek dan kriteria penting dalam peralihan dari SDM tradisional ke GHRM. Untuk memperoleh karakteristik yang benar, FDM dan FDEMATEL digunakan untuk menyelidiki interaksi antara berbagai atribut. Untuk mengidentifikasi keterkaitan antar variabel yang menunjukkan signifikansi terhadap elemen praktis dan teoritis GHRM, khususnya di industri semen di Indonesia, penelitian ini mengevaluasi preferensi linguistik para pakar industri. Secara khusus, penelitian ini berfokus pada preferensi para ahli yang bekerja di industri semen Indonesia.
Dalam penelitian ini, kami mengembangkan proposisi untuk serangkaian 32 kriteria yang dapat digunakan untuk mengatur tujuh elemen berbeda dan menggunakan model GHRM yang dapat digunakan untuk menguji 17 kriteria dan lima parameter. Temuan penelitian ini memberikan bukti adanya hubungan antara sebab dan akibat. Kami menemukan bahwa kepatuhan asosiasi, komitmen dari manajemen tingkat atas, dan sumber daya manusia merupakan aspek penyebab yang mendorong penerapan GHRM. Secara khusus, kepatuhan asosiasi dan komitmen manajemen puncak sangat mempengaruhi sumber daya organisasi dan aspek lainnya. Di sisi lain, kami menemukan beberapa kriteria sebagai kriteria penting bagi industri untuk berhasil menerapkan GHRM dan laporan negatif melakukan pelanggaran, orientasi perubahan pemimpin, visi dan misi lingkungan jangka panjang, kesadaran terhadap masalah lingkungan, dan anggaran yang memadai. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan akademis dan manajerial bagi perusahaan semen, yang tidak hanya memerlukan operasional yang efisien dan efektif, namun juga keunggulan dibandingkan pesaing agar dapat mencapai tujuan jangka panjang mereka. Landasan konseptual GHRM terdiri dari lima aspek berbeda dan 17 kriteria berbeda. Aspek dan kriteria tersebut mempengaruhi perkembangan literatur dan menunjukkan keberhasilan kinerja suatu perusahaan. Selain itu, konsekuensi praktis dari temuan makalah ini juga bermanfaat bagi perusahaan semen di Indonesia. Temuan makalah kami menyimpulkan bahwa perusahaan semen harus memiliki visi yang jelas dan mengadopsi sikap pergantian pemimpin yang merupakan tanggung jawab penting bagi manajemen puncak. Hal ini akan membantu perusahaan semen mencapai tujuan perusahaannya di GHRM. Temuan makalah kami juga menyiratkan bahwa perusahaan semen harus menerapkan strategi yang diadopsi dan mencapai komitmen penuh mereka dengan melaksanakan rencana yang kami usulkan. Dengan melakukan hal ini diharapkan para pelaku usaha, klien, dan investor dapat memperoleh pendapatan yang besar dan mempunyai pengaruh yang baik di perusahaan semen karena adanya ketepatan dan ketelitian yang sistematis dan menyeluruh.
Penulis: Nuri Herachwati & Jovi Sulistiawan
Jurnal: Drivers to green human resources management (GHRM) implementation: A Context of Cement Industry in Indonesia





