Anemia defisiensi besi pada anak atau wanita dalam masa kehamilan, merupakan masalah kesehatan masyarakat di beberapa negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengimbau semua negara untuk mencapai penurunan 5% anemia pada wanita usia subur, termasuk remaja putri, pada tahun 2025. Salah satu programnya adalah suplementasi zat besi. Keberhasilan tergantung pada kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi tablet besi. Tinjauan sistematik ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan konsumsi suplementasi besi pada remaja putri dan menggali faktor penghambat dan fasilitator terhadap kepatuhan tersebut. Artikel ini merupakan kajian sistematis dan melakukan pencarian multi-database. Artikel-artikel tersebut lolos proses diagram alir PRISMA. Aturan inklusi dan eksklusi menentukan kualifikasi studi yang disertakan. Dari 1066 artikel, kami memperoleh 20 studi untuk tinjauan sistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terendah yang ditemukan adalah 26,2% dan 26,3%, dan tinggi (>80%) pada studi intervensi yang melibatkan pengawasan dan pemantauan dan pendidik sebaya. Semua faktor penghalang dan fasilitator artikel diklasifikasikan ke dalam empat kategori; pribadi, sosial, lingkungan, dan rejimen. Upaya peningkatan kepatuhan remaja dalam mengkonsumsi tablet besi perlu mempertimbangkan semua faktor tersebut.
Penulis: Dr. Lutfi Agus Salim, SKM., M.Si.
Link Artikel :





