Unit gawat darurat (UGD) merupakan bagian krusial rumah sakit yang memberikan pertolongan medis segera, terutama bagi pasien dengan kondisi trauma akibat kecelakaan, kekerasan, jatuh, atau keracunan, yang menyumbang lebih dari 5 juta kematian tiap tahunnya di dunia. Kualitas pelayanan di UGD sangat dipengaruhi oleh efektivitas pelaksanaan triage, yaitu proses penilaian dan prioritas penanganan pasien berdasarkan tingkat keparahan kondisi.
Sistem triage seperti Emergency Severity Index (ESI) digunakan secara internasional karena mampu mengkategorikan pasien secara terstruktur dan membantu efisiensi pelayanan. Namun, pelaksanaannya tidak mudah karena dipengaruhi oleh stres kerja, beban kerja, dan motivasi perawat UGD yang menjadi ujung tombak dalam pengambilan keputusan triage.
Ketidaktepatan triage dapat berdampak pada keterlambatan penanganan hingga kematian, sementara tingkat akurasi triage secara global masih rendah. Oleh karena itu, penting untuk meneliti faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan triage guna meningkatkan kinerja perawat dan kualitas pelayanan di UGD.
Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan di RSUD Sidoarjo pada tahun 2023, dengan melibatkan 72 perawat IGD yang telah bekerja minimal enam bulan dan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan triase menggunakan sistem ESI.
Pengambilan sampel dihitung dengan GPower 3.1, memperhitungkan tiga variabel independen: stres kerja, beban kerja, dan motivasi. Instrumen yang digunakan terdiri dari empat kuesioner terstandarisasi untuk mengukur stres kerja (伪=0,87), beban kerja (伪=0,89), motivasi (伪=0,85), dan implementasi ESI (伪=0,86). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner mandiri di area yang tenang dan privat di rumah sakit selama empat minggu.
Partisipasi bersifat sukarela dan dijamin kerahasiaannya. Analisis data menggunakan SPSS 26 dengan uji regresi linier berganda untuk menilai hubungan antara stres kerja, beban kerja, motivasi, dan implementasi ESI, dengan tingkat signifikansi p<0,05.
Hasil mengungkapkan bahwa peserta mengalami tingkat stres kerja, beban kerja, dan motivasi yang sedang. Ketiga faktor tersebut yaitu stres kerja, beban kerja, dan motivasi memiliki hubungan positif yang signifikan dengan pelaksanaan ESI. Beban kerja merupakan prediktor terkuat diikuti oleh stres kerja dan motivasi. Dapat disimpulkan bahwa beban kerja merupakan faktor yang paling signifikan mempengaruhi implementasi ESI, diikuti oleh stres kerja dan motivasi.
Penulis : Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons)
Artikel ini merujuk pada penelitian dengan judul Effect of Emergency Nurses Work Stress, Workload, and Motivation on Emergency Severity Index Implementation yang dapat diakses pada





