Angka kematian bayi masih menjadi permasalahan yang serius di Indonesia. Salah satu penyebab kematian bayi adalah diare. Diare adalah kondisi dimana tubuh mengalami peningkatan frekuensi buang air besar. Umumnya, diare terjadi ketika seseorang buang air besar tiga kali atau lebih dalam sehari dengan konsistensi tinja yang lebih encer dari biasanya.
Faktor risiko yang berhubungan dengan diare pada balita bervariasi. Faktor-faktor tersebut berasal dari faktor multidimensi dan tidak hanya dari kesehatan. Salah satu faktor utama yang berhubungan dengan diare pada balita adalah status sosial ekonomi. Faktor sosial ekonomi dapat dilihat dari tingkat sosial, pendidikan, dan pengetahuan masing-masing individu.
Hasil penelitian kami menggunakan data Indonesia Demographic Health Survey (IDHS) tahun 2018 menunjukkan bahwa suami/pasangan dengan pendidikan dan status sosial ekonomi rendah memiliki risiko lebih tinggi untuk anaknya terkena diare. Penelitian kami menyoroti bahwa peningkatan kesejahteraan ekonomi, kualitas pendidikan, dan pengetahuan masyarakat terutama mengenai kesehatan anak sangat diperlukan untuk mencegah dan menanggulangi diare. Oleh karena itu, perlu peran serta berbagai pihak untuk menurunkan angka kejadian diare di masyarakat.
Penulis: Erni Astutik, S.K.M., M.Epid
Jurnal: Kurniawati, M., R., Astutik, E.(2023). Hubungan Faktor Sosial Ekonomi Dengan Diare Pada Anak Di Bawah Usia 5 Tahun Di Indonesia J urnal B erkala. Jurnal Berkala Epidemiologi, 11(2), 170-179.





