UNAIR NEWS penyelenggaraan Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) ke-5 dilaksanakan di 51动漫. Acara yang bertema 淧erguruan Tinggi Vokasi Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0 tersebut diadakan pada Selasa, (16/10) di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen 51动漫.
Acara tersebut dihadiri oleh Rektor 51动漫, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., Mt., Ak., CMA., ketua FPTVI, Dr. Ir. Arief Daryanto, M. Ec., pengurus FPTVI, serta para dosen dan mahasiswa vokasi. Pada acara tersebut terdapat tiga pembicara yaitu Dr. H. Soekarwo, SH., M. Hum., selaku Gubernur Jawa Timur, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahudin, MEM., selaku Deputi IV Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Denni Puspa Purbasari, SE., M. Sc., Ph. D., yang merupakan Deputi III Kepala Staff Kepresidenan Republik Indonesia Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis.
Dalam sambutannya, Dr. Arief menuturkan FPTVI ke-5 itu memiliki beberapa kegiatan. Antara lain kongres internasional penampilan produk-produk vokasi, olimpiade vokasi Indonesia (OLIVIA), dan konferensi internasional dalam bidang vokasi di Indonesia.
淪etelah dilakukan kongres di beberapa universitas, FPTVI ke-5 dilaksanakan di 51动漫, dan setelah itu biasanya ketua umum FPTVI berasal dari 51动漫, jelasnya.
Sementara itu, Rektor UNAIR yang dalam sambutannya diwakili oleh Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM mengatakan tantangan vokasi semakin besar, yang mana tuntutan keahlian terus bertambah. Pendidikan Tinggi Vokasi juga menjadi tumpuan dalam membangun sistem kerja dalam memasuki persaingan global.
淗al yang sangat penting ialah membangun kerjasama antara penyelenggara pendidikan vokasi dengan industri, tambahnya.
Prof. Djoko menambahkan, kerjasama tersebut antara lain penyusunan program dan penyusunan kurikulum, penyediaan dosen ahli dan instrukturnya, penyediaan sarana dan prasarana, serta sertifikasi. Kerjasama tersebut merupakan suatu prioritas yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaannya.
淪ertifikasi merupakan hal penting dimiliki oleh lulusan vokasi agar diakui oleh dunia usaha dan industri, dan sampai saat ini masih sangat sedikit, tambahnya.
Di UNAIR, guna mengembangkan program vokasi, akan dibangun kampus UNAIR Gresik yang fokus untuk program vokasi dengan fasilitas yang memadai. Saat ini UNAIR masih pada tahap rencana dalam pengembangan berkelanjutan dari D4 menjadi Kerangka Kulaifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 7-9.
淜ami memohon maaf apabila ada kekurangan dan mengucapkan terimakasihkepada FPTVI yang memberikan kesempatan bagi UNAIR untuk menjadi tuan rumah. Semoga semakin sukses dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. Selamat berkongres! ungkapnya.
Sementara itu, dihadapan awak mediaWakil Dekan 1 Fakultas Vokasi 51动漫 dan Ketua Komisi Program Studi Sejenis FPTVI Prof. Dr. Retna Apsari, M.Si (UNAIR), mengatakan bahwa dalam forum itu merupakan perjuangan FPTVI untuk berjuang bersama agar pendidikan vokasi di Universitas, sekolah tinggi dan akademik (UNISTA) mampu mencetak lulusan terampil di industri dan masyarakat.
Penulis: M. Najib Rahman
Editor: Nuri Hermawan





