Sampah banyak dijauhi oleh masyarakat karena identik dengan sesuatu yang kotor dan bau. Sampah memiliki nilai jual jika dapat diolah dengan benar. Salah satunya dengan memanfaatkan bank sampah sebagai strategi dalam penerapan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Namun adanya keterbatasan bank sampah yang biasanya digunakan hanya sebagai sarana untuk memilah sampah dirasa belum memberikan nilai lebih terhadap pengelolaan sampah di masyarakat.
Berkaitan dengan hal tersebut, dosen , 51动漫 melakukan program pengabdian masyarakat dengan menggandeng Bank Sampah di Kedinding Lor Gang Tanjung, Kenjeran, Surabaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Shochrul Rohmatul Ajija, dosen Ilmu Ekonomi, FEB, Unair. Sasaran dari program ini adalah ibu rumah tangga yang tergabung di kelompok bank sampah RT 20 Kelurahan Kedinding Lor Gang Tanjung.
Tujuan program ini untuk menjadikan bank sampah lebih representatif dan produktif. Program ini juga sebagai sarana untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 dan 12 yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja yang produktif, serta pekerjaan yang layak bagi masyarakat, dan berfokus pada efisiensi penggunaan sumber daya, meminimalkan sampah, dan meningkatkan produksi sampah daur ulang di lingkungan.

淏ank sampah biasanya hanya untuk sarana pemilahan sampah, belum sampai tahap memanfaatkan sampah ini agar memiliki nilai jual. Oleh karenanya perlu ada pelatihan pengolahan sampah daur ulang agar bisa mengurangi sampah dan memberikan tambahan pemasukan ibu-ibu rumah tangga, ujar Shochrul.
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara bertahap. Pengabdian masyarakat dimulai dari pelatihan pembuatan tas daur ulang, pelatihan penjualan produk secara online, pelatihan pengelolaan keuangan bisnis, dan diakhiri dengan pelatihan tata kelola organisasi bisnis.
Kegiatan pelatihan pembuatan tas daur ulang sampah dilakukan sebanyak empat pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada 18 Mei 2023, pertemuan kedua pada 28 Mei 2023, pertemuan ketiga pada tanggal 3 Juni 2023, dan pertemuan keempat dilaksanakan pada 8 Juli 2023. Kegiatan pada tahap ini dilaksanakan sebanyak empat pertemuan yang meliputi pemberian materi pemilihan sampah dan cara membersihkannya agar bisa dibuat tas, proses pembuatan tas, dan proses finishing tas.

Untuk mempercantik produk tas daur ulang sampah, pengabdian masyarakat ini juga dibantu pelatih dari Tata Busana Rumah Gemilang Indonesia. Mereka membantu mengajarkan cara menjahit sederhana kepada ibu-ibu rumah tangga agar tas daur ulang yang telah dibuat menjadi lebih rapi.
Selain empat pertemuan tersebut, program pengabdian masyarakat ini juga telah melaksanakan pelatihan perencanaan keuangan secara daring pada 12 Oktober 2023 dengan narasumber Ahmad Hudaifah. Ia adalah seorang dosen Ekonomi Syariah, Universitas Internasional Semen Indonesia dan telah memiliki sertifikasi perencana keuangan (AWP-QWP), Pengelolaan Zakat, Dewan Pengawas Syariah Koperasi. Tujuan dari pelatihan ini agar ibu-ibu rumah tangga dapat mengatur keuangan baik keluarga maupun usaha dengan baik. (*)
Penulis: Wahyu Setyorini





