51动漫

51动漫 Official Website

FGD dan Study Case DPPKA Ulas Dinamika Dunia Kerja

Alur bagan peningkatan mode performance seseorang menurut Eko Arif Hidayat (Sumber: SS Zoom)

UNAIR NEWS – Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) 51动漫 (UNAIR) gelar FGD dan Study Case tanya jawab seputar dunia kerja. Agenda itu merupakan serangkaian Acara ACIC CBP PERTAMINAIN2ME yang berlangsung pada hari Kamis (27/07/2023).

Dalam agenda itu hadir Eko Arif Hidayat, selaku Project Manajer PT Pertamina Hulu Rokan. Pihaknya, Eko, menjelaskan upaya beradaptasi di lingkungan kerja. Mulai dari cara meningkatkan human performance sampai dengan meminimalisir human failures.

淢anusia itu terpengaruhi oleh sistem tempatnya bekerja dan mempengaruhi sistem yang berjalan, tuturnya.

Konsep Human Performance 

Pada dasarnya level human performance seseorang terpengaruh oleh pengetahuan. Eko menuturkan terdapat tiga prinsip yang harus seseorang miliki dalam mencapai level performance 尘别谤别办补.听

Ketiga prinsip itu di antaranya, berhenti melakukan sesuatu jika rasanya terdapat likelihood kesalahan (error). Selanjutnya mencari bantuan dan meningkatkan pengetahuan untuk mengatasinya. Memperbaiki instruksi kerja dengan melakukan verifikasi dan validasi. Terakhir adalah menggunakan alarm sebagai pengingat dan mengurangi gangguan.

淟ingkungan kerja itu akan dihadapkan dengan banyak tuntutan. Oleh karena itu perlu adanya prosedur untuk menyelesaikan semuanya agar maksimal, lanjutnya.

Mengenal Error Traps

Error traps adalah suatu bentuk situasi yang dapat menempatkan seseorang pada kondisi tidak fokus sehingga berpeluang melakukan kesalahan (red.). Beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya, faktor organisasi, individu, tuntutan tugas dan lingkungan kerja. 

淪alah satu upaya menanganinya adalah dengan penerapan personal tendencies. Saling memahami setiap orang berbeda-beda dalam merespons pekerjaan atau situasi darurat, ucapnya.

Manajemen Personal Tendencies 

Manajemen personal tendencies dapat dilakukan dengan mengenali error traps. Eko memaparkan empat kategori seseorang dalam eror traps. Mulai dari tipe pendengar yang buruk dan bekerja sendiri, selektif namun tidak dapat berkomunikasi efektif, merasa paling tahu, sampai tidak ingin tahu.

淒engan banyaknya kategori error traps ini, perlu seorang leader sebagai handling errornya, ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya merinci terdapat alat yang dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan kerja yang tepat. Pertama adalah mengetahui arah perbuatan, meningkatkan pengetahuan dan skill bekerja, memenuhi kebutuhan yang mendukung, dan meningkatkan motivasi.

Penulis: Rosita

Editor: Nuri Hermawan

Baca Juga: Tim Respon Cepat FKH UNAIR Lakukan Nekropsi pada Hiu Paus di Jembatan Suramadu

AKSES CEPAT