51

51 Official Website

FH Kembali Gelar International Conference on Law, Governance and Globalization (ICLGG)

SEJUMLAH pembicara memberikan paparan kepada 70 peserta konferensi hukum internasional. (Foto: Istimewa)
SEJUMLAH pembicara memberikan paparan kepada 70 peserta konferensi hukum internasional. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Globalisasi memajukan hukum untuk beradptasi sebagai konsekuensi sebuah tatanan kelembagaan yang baru muncul. Beberapa waktu, tatanan institusional itu diekspresikan dalam konteks hukum meski globalisasi mendorong ke satu konektivitas. Pendekatan tersebut dapat menjadi kelebihan dan kekurangan pada saat bersamaan. Sebab, fakta itu telah memengaruhi investasi, demokrasi, hubungan internasional, korupsi, terorisme, dan keadilan sosial.

Menanggapi hal tersebut, Fakultas Hukum (FH) 51 mengadakan konferensi internasional ke-2 pada SelasaRabu (2829/8) di Swiss Belinn Tunjungan, Surabaya. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai lanjutan dari International Conference on Law, Governance and Globalization (ICLGG) sebelumnya. Rencananya ICLGG menjadi trademark dari FH yang akan diadakan setiap tahunnya.

Salah satu tujuannya, ini juga meningkatkan publikasi di FH UNAIR sendiri. Dan menarik mahasiswa S2 dan S3. S1 juga mulai dibiasakan untuk publikasi pada skala internasional, ujar Faizal Kurniawan selaku wakil ketua panitia.

Beberapa keynote speaker yang dihadirkan adalah Prof. Dato Dr, Rahmat Mohammad (Universitas Teknologi Mara, Malaysia); Prof. Sam Blay, LLB, M Int.Law, Ph.D (Top Education Institute, Australia); Prof. Dr. Tinike E. Lambooy, LL.M (Corporate Law at Nyenrode Business Universiteit, Netherland); dan Prof. Christoph Antons (University of Newcastle, Australia, Callaghan). Termasuk akademisi FH UNAIR, yaitu Amira Paripurna, S.H.,LL.M.,Ph.D serta Intan Inayatun Soeparna, S.H.,M.Hum.

Prof. Dato menyampaikan materi mengenai Empowering Developing Countries in International Trade. Sementara itu, Prof. Sam Blay mengenai National Interest in International Relation serta Intan Soeparna whats next it Government: the Future Indonesia Strategic Plan in International Trade.

keynote speaker kita ambil dari keynote speaker yang pertama. Salah satu tujuannya untuk share idea. Misalnya, Prof. Tinike Lambooy di awal membahas mengenai bahan-bahan kimia yang digunakan pada produk-produk jeans. Kemarin beliau mencontohkan bahwa produk-produk jeans dan elektronik itu tidak lagi berkelanjutan. Jadi, kalau kita pakai handphone, setelah itu rusak kan dibuang. Begitu pun dengan baju, habis dipakai dibuang. Hal itu menimbulkan limbah yang luar biasa, tutur Faizal.

Jadi dari yang disampaikan di ICLGG pertama, kemudian yang kedua itu seperti apa temuannya. Ada juga Prof. Sam Blay yang menekankan pada kepentingan nasional. Kita ingin mengetahui perkembangan dan penelitian yang ter-update dari Eropa, Australia, dan Asia. Jadi, ada pembicara-pembicara tersebut yang kita hadirkan, imbuhnya.

Perlu diketahui, tidak kurang dari 70 peserta hadir dalam konferensi tersebut. Mereka terdiri atas akademisi, praktisi, dan mahasiswa. Baik yang berasal dari UNAIR maupun dari luar UNAIR. (*)

 

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Feri Fenoria Rifai

 

 

AKSES CEPAT