51动漫

51动漫 Official Website

FIB – FISIP UNAIR Siap Gelar Konferensi Internasional Bandung Belgrade Havana

Ilustrasi oleh Panitia

UNAIR NEWS Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 51动漫 akan gelar Konferensi Internasional Bandung Belgrade Havana. Mengenai hal itu, Dekan FIB UNAIR Prof Dr Purnawan Basundoro, MHum menjelaskan bahwa  Bandung Belgrade Havana (BBH)  berawal dari ide untuk terus menghidupkan semangat dan prinsip-prinsip yang dihasilkan saat Konferensi Asia-Afrika diadakan pertama kali di Bandung tahun 1955 yang kemudian berlanjut ke Belgrade, lalu di Havana.

淧rinsip-prinsip yang dihasilkan di KAA Bandung tersebut terkenal dengan sebutan Dasa Sila Bandung (The Ten Principles of Peaceful Coexistence), yang pada dasarnya adalah penghormatan pada hak-hak asasi manusia dan kehendak untuk menciptakan perdamaian dunia. Semangat tersebut ternyata masih dan sangat relevan untuk terus digaungkan saat ini, jelas Prof Purnawan.

Prof Purnawan juga menjelaskan bahwa Pelaksanaan – Konferensi Bandung-Belgrade-Havana ini dimulai di Jakarta tanggal 7 November dengan ANRI sebagai tuan rumah. Kemudian berpindah ke Bandung tanggal 8-9 November. Setelah itu, via darat dengan bus, peserta dibawa ke Blitar untuk mengunjungi makam Presiden Soekarno.

Setelah menginap sehari di Blitar, lanjutnya, masih via darat dengan bus, peserta bergerak ke Surabaya di tanggal 10 November. Di sore hari, mereka direncanakan untuk mengikuti makan malam di Gedung Grahadi dengan Gubernur Jawa Timur.

“Mereka akan bergabung dengan peserta Summit dan Konferensi WUACD UNAIR,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi David Segoh, PhD dalam rilisnya menjelaskan bahwa konferensi di UNAIR dilaksanakan selama dua hari, 11-12 November, bertempat di ASEEC Tower. Topik-topik konferensi adalah seputar hal-hal yang sangat krusial dan relevan saat ini, seperti transformasi digital yang berkeadilan untuk negara berkembang, masalah ekologi dan sustainability di perkotaan dan pedesaan, gender, dan lain sebagainya.

Pada tanggal 12 November, dengan pesawat, peserta akan berpindah ke Denpasar, Bali, dengan Universitas Udayana sebagai tuan rumah. Diharapkan hasil dari konferensi berjalan ini bisa menjadi perhatian para peserta pertemuan G20 di saat yang hampir sama.

淜onferensi akan bersifat hibrida, ada peserta offline dengan jumlah sekitar 60 dan peserta online dengan jumlah sekitar 70. Peserta berasal dari berbagai negara di Amerika, Asia, Eropa, dan Afrika, terdiri dari akademisi, praktisi, dan aktivis, pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT