UNAIR NEWS – Departemen Ilmu Sejarah 51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan guest lecture secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan itu bertajuk Connecting between Asia and Southeast Asia yang berlangsung pada Selasa (10/03/2026).
Hadir dalam kegiatan itu, Assoc Prof Dr Pham Van Thuy, University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University sebagai pembicara utama. Ia menjelaskan mengenai peran Vietnam dalam memperkuat konektivitas kawasan Asia dan Asia Tenggara.
Sejarah Vietnam dan Perkembangannya
Pham menjelaskan, pada masa kolonial akhir abad ke-19, wilayah Vietnam menjadi bagian dari French Indochina yang dibentuk oleh pemerintah kolonial perancis. Pada masa tersebut Vietnam terbagi menjadi tiga bagian utama. Yakni, cochinchina sebagai koloni langsung dan annam serta tonkin berstatus protektorat. Pembentukan French Indochina menunjukkan pengaruh kolonial eropa turut membentuk dinamika politik di kawasan Vietnam.
Dalam pemaparannya, Pham menjabarkan dinamika hubungan antara kawasan Asia dan Asia Tenggara yang terbentuk melalui interaksi sejarah, politik, ekonomi, dan budaya. Sejak bergabung dengan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) pada 1995, Vietnam memperkuat perannya dalam kerja sama regional melalui inisiasi politik, ekonomi, dan diplomasi kawasan.
淎sia Tenggara sejak lama telah terhubung dengan kawasan Asia yang lebih luas melalui perdagangan, pertukaran budaya, dan interaksi politik. Partisipasi Vietnam dalam ASEAN sejak 1995 juga semakin memperkuat perannya dalam mendorong kerja sama dan konektivitas kawasan, ungkap Pham.
Asia Tenggara dalam Jalur Perdagangan Maritim
Pham menjelaskan kawasan Asia Tenggara sejak awal telah menjadi jalur perdagangan maritim strategis yang menghubungkan berbagai peradaban besar, termasuk India dan Tiongkok. Akibat kedua peradaban tersebut, Asia Tenggara memiliki keterkaitan sejarah, ekonomi, dan budaya yang hampir sama. Keterkaitan tersebut terjadi melalui jalur perdagangan, pertukaran budaya, dan interaksi masyarakat lintas negara.
淛alur perdagangan maritim menjadikan Asia Tenggara sebagai penghubung antar negara. Melalui jalur tersebut, terjadi proses pertukaran budaya dan ekonomi yang membentuk dinamika wilayah hingga saat ini, ujar Pham
Penulis : Maulya Afifah Zahra
Editor : Khefti Al Mawalia





