UNAIR NEWS “ Perkembangan teknologi yang semakin pesat mengakibatkan budaya dan sastra mengalami perubahan. Menanggapi isu tersebut, Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia UNAIR bekerja sama dengan Pestra gelar seminar nasional bertajuk Sastra Digital: Estetika, Identitas, dan Perubahan Budaya di Era Media Baru. Kegiatan itu berlangsung di Ruang Moh. Hatta, Gedung Panjalu, Kampus Dharmawangsa – B pada Selasa (21/10/2025).
Pada sambutannya, kepala prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Mochtar Lutfi SS MHum mengungkapkan bahwa kedepannya program studi akan berfokus pada penulisan untuk mahasiswa mendapatkan sertifikasi tingkat nasional. œNanti Output kita fokus menulis. Menulis puisi, cerpen, novel, naskah drama, dan lainnya. Luarannya kita rancang untuk sertifikasi, jadi cobalah menerjemahkan hal-hal baru yang berkaitan dengan sastra, ungkapnya.
Perubahan Sastra Analog ke Digital
Dr Listiyono Santoso SS MHum berpendapat bahwa kegiatan ini sangat relevan untuk perkembangan sastra dari analog ke digital. Hal itu secara tidak langsung mempengaruhi selera literasi masyarakat yang menjadi lebih memilih bacaan di internet daripada buku cetak. Menurutnya, dinamika tersebut harus direspon dengan luar biasa karena media digital menjadi keunikan yang berkembang di kesusastraan dan menciptakan genre baru.
œSastra digital memang lebih menarik daripada sastra konvensional, tapi sastra konvensional tidak boleh dihilangkan karena ia adalah pondasi utama sebuah sastra, jelasnya.
Memahami Dunia Digital
Seminar Pestra menghadirkan pembicara yang memiliki minat dan pengalaman di bidang sastra dan media peralihan, yakni Dr Ari Jogaiswara A. MA dari Universitas Padjajaran. Ia memaparkan materi terkait tekstualitas digital, hingga beberapa studi kasus yang berkaitan dengan perpindahan sastra analog ke media baru.
Menurutnya, kuasa tulisan, dominasi cetak hingga bangkitnya teknologi digital sangat penting bagi perpindahan sastra ke media. Cetak menjadi industri penting yang ada dan menjadi cikal bakal sastra hari ini.
œDalam masyarakat kita,tulisan lebih penting daripada tubuh. Kekuasaan memiliki dua aspek utama, yakni permanen dan jangkauan. Cetak merupakan salah satu industri pertama yang diproduksi secara masal. Perpindahan sastra terjadi dengan cara yang berbeda-beda tergantung dengan penggunaannya, ungkapnya.
Penulis: Putri Andini
Editor: Khefti Al Mawalia





