Beberapa dekade terakhir ini banyak perhatian publik telah bergeser tidak hanya pada nilai perusahaan, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (Velte, 2021). Kesadaran publik yang semakin meningkat dan pengakuan korporat terhadap tanggung jawab ini telah mendorong banyak perusahaan untuk mengungkapkan informasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) secara global (Alsayegh et al., 2020). Faktor-faktor yang mendorong pengungkapan ini meliputi persyaratan regulasi, peningkatan reputasi, manajemen risiko, dan tekanan eksternal dari lembaga internasional seperti Bank Dunia (Ali et al., 2017). Selain itu, faktor agama dan nilai moral sangat mempengaruhi praktik bisnis, khususnya bagi perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), yang mematuhi nilai-nilai Islam dan menghindari kegiatan yang melanggar prinsip agama (Alotaibi dan Hussainey, 2016; Xu dan Ma, 2022).
Penelitian ini menyelidiki hubungan antara perusahaan ISSI dan pengungkapan ESG dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah perusahaan ISSI, yang dipandu oleh nilai-nilai Islam dan tata kelola perusahaan yang baik, lebih cenderung mengungkapkan informasi ESG. Pengungkapan tersebut sangat penting karena membantu investor dan pemangku kepentingan membuat keputusan yang tepat dan mendorong transparansi perusahaan (Alsayegh et al., 2020).
Studi ini, yang mencakup perusahaan non-keuangan yang terdaftar di ISSI dari tahun 2011 hingga 2020, menemukan hubungan positif antara perusahaan ISSI dan pengungkapan ESG. Analisis ini juga mengungkap perubahan pola pengungkapan ESG sebelum dan sesudah COVID-19, dengan wawasan signifikan ke dalam dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan dari pengungkapan tersebut.
Penelitian ini menemukan bahwa perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) cenderung lebih mungkin mengungkapkan laporan ESG dengan kualitas tinggi. Perusahaan ini memiliki kewajiban kuat untuk menerapkan nilai-nilai Islam dalam bentuk tata kelola yang baik serta kontribusi sosial dan lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen perusahaan ISSI terhadap ESG berdampak positif terhadap tantangan sosial dan lingkungan. Meskipun ESG reporting belum diwajibkan di Indonesia, perusahaan ISSI menunjukkan komitmen yang signifikan dalam hal ini. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang praktik ESG di perusahaan Islam dan menekankan pentingnya perilaku bisnis yang etis dalam mendorong keberlanjutan.
Metode penelitian ini melibatkan analisis data perusahaan yang terdaftar di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dari tahun 2011 hingga 2020. Perusahaan yang terdaftar dalam indeks Islam dikategorikan sebagai 1, sedangkan yang lain sebagai 0. Data terkait pengungapan ESG diperoleh dari laporan keberlanjutan perusahaan menggunakan pengukuran Indeks GRI, sebagaimana dilakukan oleh Harymawan et al. (2021). Sementara informasi variabel kontrol diperoleh dari basis data OSIRIS dan laporan tahunan. Analisis regresi digunakan dalam studi ini, dengan pendekatan clustering dan kontrol terhadap perbedaan periode observasi, karakteristik industri, dan jenis pedoman GRI yang digunakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang terdaftar di ISSI memiliki perbedaan signifikan dalam beberapa karakteristik, seperti jumlah direktur dan komisaris. Regresi utama menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara perusahaan ISSI dengan pengungkapan ESG, mengindikasikan bahwa perusahaan yang terdaftar di ISSI cenderung melakukan pengungkapan ESG yang lebih banyak. Analisis ketahanan menggunakan regresi dua tahap Heckman dan regresi Coarsened Exact Matching (CEM) menguatkan temuan utama ini. Selain itu, analisis tambahan menunjukkan bahwa perusahaan ISSI cenderung melakukan pengungapan lebih banyak pada aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang kontribusi perusahaan yang beroperasi berdasarkan nilai-nilai Islam dalam pengungapan ESG, serta implikasinya terhadap pertumbuhan keuangan dan tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia.
Penulis : Vidia Gati, Iman Harymawan and Mohammad Nasih
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
DOI 10.1108/JIABR-12-2022-0354





