UNAIR NEWS – Pengabdian masyarakat (pengmas) merupakan satu dari tiga Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilakukan civitas academica. Salah satunya baru-baru ini dilakukan oleh (FK) 51动漫 (UNAIR). Pengmas ini mengusung soal isu stunting yang diadakan di Balai Pertemuan Puskesmas Wongsorejo, Banyuwangi pada Minggu (25/8/2024).
Kegiatan pengmas tersebut berjudul 淕wenchana: Gerakan Wongsorejo Cinta Kesehatan Ibu dan Anak dengan penanggung jawab Sundari Indah Wiyasihati dr MSi. Peserta kegiatan merupakan orang tua bayi usia 6 bulan sampai di bawah 5 tahun. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masyarakat Desa Wongsorejo yang masih menghadapi tantangan kompleks terkait kesehatan, kesejahteraan ekonomi, dan pembangunan komunitas.
Beri Edukasi Stunting hingga Demo Masak MP-ASI
Pada dasarnya, masalah gizi buruk di Desa Wongsorejo masih menjadi urgensi yang harus diselesaikan. Hal ini berkaitan dengan tingkat pendidikan orang tua di Desa Wongsorejo yang dinilai menjadi penyebab gizi buruk anak masih tinggi. Melalui pengmas ini, harapannya dapat menjadi langkah progresif untuk pengentasan stunting dengan kerja sama dengan puskesmas setempat.

Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai stunting dan cara pencegahannya. Lalu, peserta diajak untuk demo memasak MP-ASI melalui referensi buku resep Kementerian Kesehatan 2023. Salah satu menu yang dibuat adalah nugget ayam dan sayuran yang dapat dinikmati oleh orang tua dan anak yang hadir.
Harapan
Peserta mengikuti dengan antusias dari awal sampai akhir kegiatan. Sekitar 95 persen peserta undangan hadir dan hal ini memenuhi target yang ingin dicapai tim pengmas. Harapannya, masyarakat dapat menerapkan mengenai apa yang telah diberikan saat edukasi berlangsung.
淗arapan dari program yang telah diadakan adalah keberlangsungan dari apa yang sudah disampaikan baik dari materi stunting yang menekankan 3 cara pencegahan stunting, yaitu cukupi gizi, lengkapi imunisasi, dan perbaiki sanitasi, kata Sundari.
Demo pembuatan MP-ASI diharapkan mampu menjadi awal yang baik untuk masyarakat dapat memenuhi gizi anak demi menghindari terjadinya stunting. Kegiatan ini juga sejalan dengan program-program baik dari pemerintah daerah Banyuwangi maupun Puskesmas Wongsorejo.
Sebelumnya, pemerintah daerah memiliki kegiatan unggulan BTS (Banyuwangi Tanggap Stunting) yang telah mendistribusikan makanan tambahan kepada ibu hamil serta anak yang mengalami masalah gizi. Adanya demo memasak MP-ASI yang sehat dan ekonomis diharapkan dapat menjadi inovasi dalam penanganan stunting di Desa Wongsorejo.
Penulis: Afifah Alfina
Editor: Yulia Rohmawati





