n

51动漫

51动漫 Official Website

FK UNAIR Laksanakan Silaturahmi Ramadhan dan Ceramah Agama

fk unair
Prof. KH Moh. Nuh ketika menyampaikan ceramah agama seusai salat tarawih di Gedung GraBIK - IPTEKDOK FK 51动漫, Minggu (20/5). (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS Setiap bulan Ramadhan, dekanat Fakultas Kedokteran (FK) 51动漫 selalu mengadakan salat terawih bersama dan ceramah agama. Kemudian diakhiri dengan silaturahmi yang diikuti oleh sivitas akademika. Sasarannya untuk menambah kajian yang bersangkutan dengan moral agama, terutama untuk mahasiswa sebagai calon dokter.

Seperti yang dilaksanakan pada Minggu (20/5) malam kemarin dengan menghadirkan penceramah Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, DEA., Menteri Pendidikan Nasional Indonesia periode 2009-2014, yang juga mantan Rektor ITS. Sedangkah tahun 2017 lalu penceramah dalam kegiatan serupa adalah Prof. Rochmad Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Tahun ini tidak seperti biasanya dilaksanakan di Aula FK (bawah), tetapi kali ini terawih dan ceramah dilaksanakan di Gedung GraBIK-IPTEKDOK (Graha Baca Inggris Komputer – Ilmu Pengetahuan Kedokteran), sehingga lebih luas dan nyaman. Bertindak sebagai imam salat tarawih adalah Dr. dr. Agus Eko Subagyo, Sp.BS (K).

Hadir dalam kegiatan tahunan ini antara lain Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U(K), Direktur RSUD Dr. Soetomo dr. Harsono, Direktur Rumah Sakit 51动漫 (RSUA) Prof. Dr. Nasronudin, dr., Sp.PD, K-PTI, FINASIM., dua mantan Rektor UNAIR Prof. Soedarso Djojonegoro dan Prof. Bambang Rahino Setokusumo, dua mantan dekan FK Prof. Moh Amin dan Prof. Askandar Tjokroprawiro, dan ratusan tenaga kependidikan FK dan mahasiswa.

Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo menjelaskan, kegiatan ini sebagai rasa syukur bahwa kita masih dipertemukan dengan Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, penuh berkah, dan penuh ampunan. Sehingga momentum ini sangat tepat sebagai wahana pembinaan mental-spiritual bagi sivitas akademika dalam menuju pencapaian world class university (WCU).

漅amadhan merupakan bulan terbaik yang memberikan kepada umat Islam untuk mencari pahala sebesar-besarnya. Bukankah pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu? Ini saat yang tepat untuk senantiasa berbuat baik, kata Prof. Soetojo.

fk unair
PESERTA salat tarawih di Gedung GraBIK FK UNAIR, dipimpin imam Dr. dr. Agus Eko Subagyo, Sp.BS (K). (Foto: Bambang Bes)

Prof. M. Nuh, yang kini menjabat Ketua Badan Wakaf Indonesia, dalam ceramahnya menjelaskan tentang perjalanan alam kehidupan manusia. Menurutnya, alam kehidupan ini dibagi tiga masa. Masa yang pertama, masa lalu sebagai alam ruh ketika masih di rahim ibu. Kedua masa kini sebagai alam dunia. Sedang yang ketiga sebagai masa depan, dimana terdapat empat alam, yaitu alam barzah (kubur), kiamat, hisab (alam perhitungan), dan alam pembalasan.

漃ada tiga alam itulah kita bertransaksi, kata Prof. M. Nuh, seraya menerangkan pada alam pertama adalah bagaimana ibu merawat janin yang dikandungnya dimana disitu sudah Allah berikan ruh. Kemudian transaksi di dunia adalah bagaimana kita mempersiapkan diri mencapi bekal dan persyaratan untuk menuju alam berikutnya, alam masa depan.

Di alam dunia inilah, kata Pak Nuh, sapaan akrabnya, kita memupuk modal, berinvestasi, dan memiliki 檖aspor. Apa itu? Beramal, beribadah kepada Sang Pencipta Allah SWT; Lailahaillallah Muhammadurrasulullah, berbuat baik kepada sesama. Juga persiapan untuk masa depan yang lain, misalnya membangun wakaf.

Dijelaskan Prof. M Nuh, dengan wakaf setidaknya ada empat manfaat yang bisa dipetik. Pertama untuk meningkatkan ikatan transendental. Lalu meningkatkan kesejahteraan, memperkuat sistem dakwah. Sedang yang keempat: menjaga keharkatan dan kemartabatan.

滻tulah transaksi-transaksi yang seharusnya tidak diabaikan, tandas Pak Nuh.

Prof. M. Nuh akhirnya mengajak kepada kita semua untuk melakukan introspeksi diri tentang perjalanan hidup apakah yang sudah dikerjakan dalam setahun terakhir, dalam lima tahun terakhir, atau dalam sepuluh tahun terakhir, dan seterusnya. Yang terakhir, mengajak kepada kita semua untuk selain beribadah kepada Allah SWT juga senantaisa berbakti kepada orang tua (birul walidain). (*)

Penulis : Bambang Bes

AKSES CEPAT