UNAIR NEWS 51动漫 menggelar sesi inspiratif dalam rangkaian Public Health International Competition (PHIC) 2025 pada Minggu (12/10/2025) melalui Zoom Meeting. Salah satu sesi bertajuk Redefining Work Productivity in the Modern Era oleh Dr Deeni Idris, Deputy Director of UniHEALTH sekaligus Assistant Professor dari Universiti Brunei Darussalam (UBD).
Dr Deeni, lulusan doktoral Durham University, Inggris, mengajak peserta memahami makna produktivitas kerja modern. Ia menekankan pentingnya kesehatan mental dan inklusivitas sebagai inti keberlanjutan organisasi. 淧roduktivitas bukan sekadar hasil kerja, tetapi kemampuan organisasi menciptakan lingkungan yang sehat secara mental dan sosial, ungkapnya.
Pentingnya Kesehatan Mental dan Keamanan Psikologis di Tempat Kerja
Mengutip panduan World Health Organization (WHO, 2025), Dr Deeni menjelaskan bahwa kesehatan mental adalah kondisi ketika individu mampu mengelola tekanan hidup, bekerja produktif, dan berkontribusi pada komunitasnya. Ia menyoroti bahwa dunia kerja masih rentan terhadap stigma dan diskriminasi terkait gangguan mental.
淏anyak pekerja kehilangan kesempatan hanya karena label negatif atas kondisi mentalnya. Stigma membuat mereka enggan mencari bantuan dan menurunkan produktivitas, jelasnya. Penelitian menunjukkan sepertiga individu di Amerika Serikat pernah mengalami penolakan pekerjaan setelah mengungkapkan riwayat gangguan mental (Wahl, 2018).

Ia juga menjelaskan konsep psychological safety. Kondisi ini membuat anggota tim merasa aman untuk berbicara dan mengakui kesalahan tanpa takut mendapat penghakiman. 淧emimpin harus menciptakan ruang aman di mana setiap orang merasa dihargai, bukan dihakimi, tambahnya.
Mewujudkan Tempat Kerja yang Inklusif dan Berkelanjutan
Dr Deeni mengajak peserta meninjau kembali kebijakan dan gaya kepemimpinan yang mendorong inklusi. Ia menekankan pentingnya Employee Assistance Program (EAP) serta manajemen sumber daya manusia yang berfokus pada kesejahteraan karyawan. 淭empat kerja berkelanjutan menempatkan manusia sebagai pusat. Kesejahteraan mental dan keseimbangan hidup harus menjadi prioritas, ujarnya.
Ia juga menyoroti inisiatif Healthy University dari UniHEALTH UBD. Program ini menjadi model lingkungan kerja dan belajar yang mendukung kesehatan fisik dan mental sivitas akademika.
Sesi berlangsung interaktif. Banyak peserta aktif mengajukan pertanyaan tentang strategi menciptakan lingkungan kerja inklusif dan peran pimpinan dalam menjaga kesehatan mental tim.
Dr Deeni menutup sesi dengan pesan agar institusi dan individu berani menantang stigma serta berperan aktif menciptakan budaya kerja yang sehat dan setara. 淜etika stigma hilang, produktivitas sejati dapat tumbuh, tutupnya.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





