UNAIR NEWS Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-27, Fakultas Keperawatan () 51动漫 (UNAIR) menggelar Pengajian Rutin Dosen dan Tenaga Kependidikan pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di RK Florence, Fakultas Keperawatan, Kampus MERR-C UNAIR, dan menghadirkan Dr KH Marzuki Mustamar MAg sebagai pengisi tausiyah.
Dekan Fakultas Keperawatan UNAIR, Prof Dr Yuni Sufyanti Arief SKp MKes, membuka kegiatan dengan harapan agar seluruh civitas academica dapat mengambil hikmah dari kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan hati dan keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. 淪etiap tugas yang kita jalankan harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi institusi dan masyarakat, ujarnya.
Perkuat Nilai Keilmuan dalam Kehidupan
Dalam tausiyahnya, KH Marzuki menekankan pentingnya memadukan nilai keagamaan dengan pendekatan ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa pemahaman agama perlu disampaikan secara rasional dan berbasis pengetahuan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Ia juga mengajak peserta untuk tidak bersikap berlebihan dalam memaknai ajaran agama.
Menurutnya, sikap yang terlalu doktriner justru dapat menghambat perkembangan ilmu pengetahuan. Padahal, berbagai temuan ilmiah seperti tes DNA dan teknologi biometrik telah memberikan manfaat besar dalam kehidupan manusia.
淪egala sesuatu harus berbasis data, mulai dari mendengar, meneliti, menganalisis, hingga mengambil keputusan. Semua itu menjadi bagian dari tanggung jawab yang kelak akan kita pertanggungjawabkan, ujarnya.
Tumbuhkan Toleransi di Tengah Keberagaman
KH Marzuki juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai keislaman harus berjalan seiring dengan semangat toleransi dan saling menghormati.
Menurutnya, keberagaman merupakan realitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa. Oleh karena itu, setiap individu perlu memiliki sikap terbuka dan bijak dalam menyikapi perbedaan. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah.
淜etika menghadapi perbedaan, pilihlah sikap yang berdasarkan fakta dan data, bukan sekadar opini. Dengan begitu, kita dapat menjaga persatuan dan menghindari konflik, pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Keperawatan UNAIR mendorong seluruh civitas academica untuk memperkuat nilai keilmuan, spiritualitas, serta semangat toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut harapannya mampu membangun lingkungan akademik yang harmonis sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Yulia Rohmawati





