Kehilangan pangan menjadi salah satu kendala dalam mewujudkan ketahanan pangan dan gizi yang berkelanjutan. Pencegahan dan penurunan kehilangan pangan dapat meningkatkan efisiensi input sumberdaya dengan cara meningkatkan ketersediaan pangan dan menurunkan harga pangan sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan gizi. Banyak studi yang menganalisis bagaimana food waste mempengaruhi ketahanan pangan di tingkat global, namun sampai saat ini belum ada studi kuantitatif terkait hubungan antara FW dengan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga yang ada di negara berkembang seperti Asia Tenggara.
Studi di Kabupaten Bogor yang melibatkan 215 rumah tangga menunjukkan bahwa 1 dari 5 rumah tangga mengalami kerawanan pangan. Sementara itu, rata-rata food waste yang dibuang penduduk Kabupaten Bogor mencapai 77 kg/kap/tahun. Studi ini menggunakan pengukuran food waste secara langsung dengan cara memilah dan menimbang langsung sisa makanan rumah tangga. Studi ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara food waste dengan ketahanan pangan rumah tangga. Pendapatan rumah tangga menjadi faktor yang paling mempengaruhi jumlah food waste yang dihasilkan rumah tangga. Studi tersebut merupakan studi cross sectional yang tidak dapat menjelaskan sebab akibat. Oleh karena itu, studi kedepan dapat meneliti bagaimana food waste mempengaruhi ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Pencegahan dan penurunan food waste rumah tangga perlu dilakukan terutama dpada keluarga yang memiliki akses pangan yang baik.
Penulis: Dr. Rian Diana
Tulisan lengkap dapat dilihat:
Baca juga: Perilaku Food Waste Rumah Tangga di Asia Tenggara





