UNAIR NEWS – Dalam rangka menyatukan sinergitas seluruh Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) dan Badan Semi Otonom (BSO) . BEM FIB UNAIR menggelar Forum Intelektual I dengan tema Optimalisasi Sinergitas Mahasiswa FIB dalam Berprestasi dan Berorganisasi pada Sabtu (29/05/2023).
Dalam forum tersebut, terdapat sesi diskusi dan sharing session bersama Puji Sati Nurcahyo selaku Dosen Bahasa dan Sastra Inggris. Selain itu, bersama seluruh HMD dan BSO terkait permasalahan SDM yang menghambat prinsip yang sinergis dan prestatif di FIB UNAIR.
Dalam kesempatan tersebut, presiden BEM FIB UNAIR Baktiatul Mukarromah menyampaikan harapannya terkait forum itu yaitu semoga bisa menciptakan teman-teman FIB pribadi yang lebih intelektual lagi. 滷orum intelektual ini sangat bermanfaat karena kita bisa tahu bagaimana kita bisa menyatukan arah gerak agar lebih terorganisir, tuturnya.
Dalam diskusi tersebut, perwakilan HMD Bahasa dan Sastra Inggris serta Ilmu Sejarah menyampaikan bahwa antusiasme mahasiswa dalam organisasi, kepanitian, dan prestasi meningkat. Sedangkan perwakilan HMD Bahasa dan Sastra Indonesia serta Ilmu Kejepangan menyampaikan penurunan antusiasme mahasiswa dalam berorganisasi, yang mana penurunannya bahkan mencapai 50% dari tahun sebelumnya.
Tingkatkan Kualitas
Selain itu, perwakilan BSO Lingkar Prestasi menyampaikan bahwa secara kuantitas kepengurusan meningkat, namun penurunan dalam segi kualitas. 淓sensinya adalah mewadahi prestasi terkait kepenulisan, terkait hal ini minat teman-teman untuk mengikuti lomba kepenulisan menurun. Tahun ini kami membuka prestasi dalam bidang apapun, namun semangat meraih prestasi kami menilai masih kurang, tuturnya.
Menanggapi hal diatas, Pujo menyampaikan bahwa mahasiswa yang memiliki prestasi cemerlang dan hebat sudah banyak. 滶lemen pembeda dan menjadi nilai plus adalah aktif di kegiatan ormawa dan prestatif. Kesadaran tentang hal ini perlu untuk selalu disampaikan kepada teman-teman mahasiswa, tuturnya.
Selanjutnya, Pujo menyarankan mahasiswa untuk sering bertemu dengan alumni, yang sudah sukses dan dulunya aktivis. 淭anyakan pada mereka bisa bekerja sekarang karena menjadi aktivis waktu mahasiswa atau hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu. Team work yang didapat dari pengalaman berorganisasi sangat berguna bagi mahasiswa ketika sudah di dunia kerja, lanjutnya.
Pada akhir, Pujo menyarankan agar teman-teman BEM dan BSO bisa membranding diri mereka lebih inklusif dan terbuka. Hal itu bertujuan agar lebih menarik minat mahasiswa lain.
Penulis: Mentari
Editor: Nuri Hermawan





