51动漫

51动漫 Official Website

FPsi Gandeng FPRB Probolinggo Adakan Pelatihan Dukungan Psikososial dan Kesehatan Mental di Situasi Krisis

Dokumentasi kegiatan pelatihan Fakultas Psikologi (FPsi) 51动漫 (UNAIR) berkolaborasi dengan Pusat Krisis dan Pengembangan Komunitas (PKPK) Psikologi UNAIR (Foto: Istimewa)
Dokumentasi kegiatan pelatihan Fakultas Psikologi (FPsi) 51动漫 (UNAIR) berkolaborasi dengan Pusat Krisis dan Pengembangan Komunitas (PKPK) Psikologi UNAIR (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Situasi krisis akibat suatu peristiwa besar yang dapat memengaruhi banyak orang maupun individu tidak dapat terhindarkan. Situasi krisis dapat terjadi akibat bencana alam, kecelakaan pesawat, perang/konflik dan lainnya. Adapun situasi krisis yang terjadi akibat bencana alam tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik dan ekonomi saja, tetapi juga memengaruhi psikologis dan sosial individu serta komunitas. Trauma, stres, depresi dan gangguan dalam kehidupan sehari-hari adalah contoh dari dampak psikososial yang sering terjadi. 

Dalam upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi krisis pada Kelurahan Tangguh Bencana, Fakultas Psikologi (FPsi) 51动漫 (UNAIR) berkolaborasi dengan Pusat Krisis dan Pengembangan Komunitas (PKPK) Psikologi UNAIR mengadakan Pelatihan Mental Health and Psychosocial Support di Situasi Krisis pada Kelurahan Tangguh Bencana.

PKPK merupakan salah satu unit terapan yang ada di FPsi UNAIR. Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong SDGs ke-3 yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi individu di segala usia. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mendorong SDGs ke-11 yang bertujuan untuk membuat kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Kegiatan Pelatihan Mental Health and Psychosocial Support di Situasi Krisis pada Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Juli 2024. Bertempat di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kota Probolinggo, Jawa Timur. Narasumber dalam kegiatan pelatihan ini yaitu Bani Bacan Hacantya Yudanagara SPsi, M Si dan Muhammad Lantip Dewabrata, S Psi M Si.

Pelatihan yang diikuti oleh Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Probolinggo dan Keltana Kebonsari Kulon ini berlangsung selama dua hari. Materi pertama adalah Dukungan Psikososial dan Kesehatan Mental pada Situasi Krisis. Kemudian dilanjutkan oleh sesi diskusi kelompok untuk mengerjakan dua lembar pengerjaan.

Lembar pengerjaan pertama peserta dalam kelompok diminta untuk memetakan resiko dan ancaman dan juga dampak psikososial dari adanya resiko tersebut. Lalu dilanjutkan oleh pengerjaan lembar kerja kedua yaitu menuliskan lokasi-lokasi kelompok rentan.

Pengisian lembar kerja dan diskusi dibantu oleh para fasilitator dari Pusat Krisis dan Pengembangan Komunitas. Diskusi berlangsung aktif oleh ketiga kelompok. Diskusi hari pertama ditutup dengan presentasi. Kemudian materi kedua membahas mengenai Prinsip-prinsip Dukungan Psikologis Awal. Sesi materi ini diakhiri oleh penyampaian materi serta praktek melakukan teknik relaksasi Square Breathing dan Butterfly Hug. 

Di hari kedua peserta diminta untuk secara bersama-sama mempraktekan teknik relaksasi yang sudah disampaikan pada hari pertama. Selanjutnya, peserta diajak untuk melakukan Simulasi Dukungan Psikologis Awal (DPA). Peserta pelatihan dalam kelompok dibagi menjadi dua kelompok lagi yaitu menjadi kelompok relawan dan kelompok penyintas.

Kelompok relawan diberi pengarahan terlebih dahulu untuk melakukan Dukungan Psikologis Awal (DPA) dengan menerapkan prinsip 3L (Look, listen, link). Lalu kelompok lainnya menjadi penyintas. Setelah diberikan pengarahan, kelompok relawan diterjunkan untuk membantu penyintas dan memberikan Dukungan Psikologis Awal (DPA). 淪eru sekali simulasinya, jadi bisa praktik langsung, ucap Firman salah satu peserta juga relawan.

Sementara itu, peserta yang juga merupakan penyintas menuturkan bahwa keberadaan relawan menjadi harapan baru bagi dirinya. 淪aya sebagai penyintas di simulasi tadi. Saya waktu tahu ada kelompok relawan itu, saya jadinya punya harapan gitu. Apalagi disamperin begitu. Tadi saya juga dikasih itu teknik pernapasan, ucap salah satu peserta yang menjadi kelompok penyintas.

Hari kedua diakhiri dengan presentasi kelompok mengenai pemetaan sumber dukungan dan juga pembuatan program dukungan psikososial pra-bencana, tanggap bencana dan pasca-bencana.

Penulis: Tim Pusat Krisis dan Pengembangan Komunitas

AKSES CEPAT