UNAIR NEWS – Fakultas Sains dan Teknologi () 51动漫 (UNAIR) mempererat kerja sama internasional dengan KTH Royal Institute of Technology, Stockholm, Swedia. Sinergi tersebut terwujud melalui strategic meeting yang berlangsung pada Kamis (29/10/2025) di Ruang Sidang 208, Gedung FST, Kampus MERR-C.
Pertemuan strategis tersebut menjadi ajang diskusi mengenai program akademik, profil universitas, serta studi banding aktivitas riset dan pengembangan masyarakat. Tujuannya adalah untuk menemukan potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama antara FST UNAIR dan KTH.
Skema Kerja Sama
Dari pihak UNAIR, hadir Prof Dr Fatmawati SSi MSi selaku Wakil Dekan III FST; Dr Nur Indradewi Oktavitri ST MT PhD selaku Koordinator Program Studi Teknik Lingkungan; serta sejumlah dosen lain seperti Prof Mochamad Zakki Fahmi SSi MSi PhD dan Danar Arifka Rahman ST MT. Sesi pembuka dipresentasikan oleh Inten Firdhausi Wardhani ST MSc yang memaparkan profil fakultas, program unggulan, serta aktivitas internasional mahasiswa dan dosen.
“Di tingkat fakultas, FST memiliki beragam skema riset yang bisa diikuti oleh mahasiswa dan universitas. Kami juga bekerja sama dalam hal research grant dengan pihak eksternal. Hal yang sama juga berlaku untuk community services. Saat ini sudah ada beberapa program dan riset yang terlaksana di tingkat internasional, seperti dengan Malaysia. Harapannya, hal serupa bisa kami kembangkan juga dengan KTH, ” jelas Inten.

Sementara itu, pihak KTH, Prof Dr Zeev Bohbot dan Prof Dr Karin Edvardsson Bjomberg memaparkan struktur departemen serta program studi di KTH. Sekaligus mengidentifikasi kesamaan bidang yang ditawarkan dengan FST UNAIR.
“Perbedaan besarnya mungkin kentara pada intensitas community service. Di Swedia, kami juga memiliki konsep yang mirip dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia, kalau tidak salah namanya The Three Mission yang meliputi pendidikan, riset, dan kontribusi sosial. Namun, biasanya kami berfokus pada publikasi artikel melalui surat kabar atau penyelenggaraan kuliah publik,” ujar Prof Karin.
Diskusi tersebut kemudian mengerucut pada potensi kolaborasi yang saling melengkapi antara kedua institusi, khususnya dalam pengembangan program riset, kegiatan mahasiswa, serta pengabdian masyarakat lintas negara. Kedua belah pihak juga membahas peluang kerja sama berkelanjutan yang dapat berjalan tanpa batasan geografis, seperti kuliah tamu secara daring.
Penulis: Dinnaya Mahashofia
Editor: Yulia Rohmawati





