Gentamisin merupakan antibiotik turunan aminoglikosida yang banyak digunakan untuk pengobatan penyakit menular pada manusia dan hewan akibat infeksi sedang atau berat yang disebabkan oleh bakteri gram negatif. Namun demikian, Penggunaan gentamisin dapat bersifat toksik pada berbagai organ seperti paru-paru, kulit, hati dan ginjal. Kerusakan hati dan ginjal akibat penggunaan gentamisin hingga saat ini masih menjadi masalah dalam praktik klinik di bidang kedokteran maupun kedokteran hewan. Untuk itu, penelitian terkait fungsi protektif pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap risiko kerusakan hati dan kerusakan ginjal sangat penting untuk dilakukan.
Penelitian dilakukan pada tikus sebagai hewan model yang sudah mengalami kerusakan hati dan ginjal setelah pemberian gentamisin dan selanjutnya dibagai menjadi kelompok-kelompok dengan pemberian dosis berbeda dari ekstrak daun kelor secara per oral selama 14 hari terapi. Berdasarkan pada pengamatan makroskopis, mikroskopis dan pengukuran kadar Malondialdehid (MDA), penelitian ini membuktikan bahwa pemberian ekstrak daun kelor dengan dosis 600 mg/kg/hari pada hewan model dapat memproteksi kerusakan hati dan ginjal akibat induksi gentamisin dengan memperbaiki gambaran makroskopis dan mikroskopis serta menghambat peningkatan kadar MDA pada kedua organ tersebut. Efek dan peran preventif ekstrak daun kelor pada toksisitas hati dan ginjal yang diinduksi oleh gentamisin terutama karena sifat antioksidan dan fitokimia yang dimilikinya.
Penulis: H.N. Wijayanti, Y.N. Fadhilah, W.M. Yuniarti, B.S. Lukiswanto, A. Arimbi, E. Suprihati, dan R.
Kurnijasanti
Jurnal: Protective effect of Moringa oleifera leaves extract against gentamicin induced hepatic and nephrotoxicity in rats





