51动漫

51动漫 Official Website

Fungsi Protektif Pemberian Ekstrak Daun Kelor Terhadap Risiko Kerusakan Hati dan Kerusakan Ginjal Akibat Penggunaan Gentamisin

Foto by Puskesmas Bagan Punak

Gentamisin merupakan antibiotik turunan aminoglikosida yang banyak digunakan untuk pengobatan penyakit menular pada manusia dan hewan akibat infeksi sedang atau berat yang disebabkan oleh bakteri gram negatif.  Namun demikian, Penggunaan gentamisin  dapat bersifat toksik pada berbagai organ seperti paru-paru, kulit, hati dan ginjal. Kerusakan hati dan ginjal akibat penggunaan  gentamisin hingga saat ini masih menjadi  masalah dalam praktik klinik di bidang kedokteran maupun kedokteran hewan. Untuk itu, penelitian terkait fungsi protektif pemberian ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap risiko kerusakan hati dan kerusakan ginjal sangat penting untuk dilakukan.

Penelitian dilakukan pada tikus sebagai hewan model yang sudah mengalami kerusakan hati dan ginjal setelah pemberian gentamisin dan selanjutnya dibagai menjadi kelompok-kelompok dengan pemberian dosis berbeda dari ekstrak daun kelor secara per oral selama 14 hari terapi. Berdasarkan pada pengamatan makroskopis, mikroskopis dan pengukuran kadar Malondialdehid (MDA), penelitian ini membuktikan bahwa pemberian ekstrak daun kelor  dengan dosis 600 mg/kg/hari pada hewan model dapat memproteksi  kerusakan hati dan ginjal akibat induksi  gentamisin dengan memperbaiki gambaran makroskopis  dan mikroskopis serta  menghambat  peningkatan kadar MDA pada kedua organ tersebut. Efek dan  peran preventif ekstrak daun kelor pada toksisitas hati dan ginjal yang diinduksi oleh gentamisin terutama karena sifat antioksidan dan fitokimia yang dimilikinya.

Penulis: H.N. Wijayanti, Y.N. Fadhilah, W.M. Yuniarti, B.S. Lukiswanto, A. Arimbi, E. Suprihati, dan R.

Kurnijasanti

Jurnal: Protective effect of Moringa oleifera leaves extract against gentamicin induced hepatic and nephrotoxicity in rats

AKSES CEPAT