UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) gagas inovasi terapi wicara dan raih perak dalam lomba esai nasional. Dengan inovasi itu, Endah Nabila Sutrisno Putri, Ade Irma, dan Carista Dea Ammeliaberhasil taklukkan ajang Faperta Fair 5 yang berlangsung pada 17-18 Mei 2024 di Universitas Dhyana Pura, Bali.
Mewakili timnya, Ade Irma mengatakan bahwa ia sangat bersyukur menerima penghargaan dalam kompetisi ini. 淭entunya kami sangat tidak berekspektasi bisa memenangkan ajang perlombaan ini. Kami sangat bersyukur pastinya, ujar Ade Irma kepada UNAIR NEWS, Senin (3/6/2024).
Terapi Wicara Anak Down Syndrome
Pada ajang lomba tersebut tim Sydo mengangkat sub tema kesehatan tentang terapi wicara terintegrasi untuk anak down syndrome. Gagasan tersebut mereka kemas dalam bentuk prototipe aplikasi yang dapat dipantau langsung oleh dokter spesialis dan orang tua.
Tujuan dari pembuatan prototipe aplikasi ini adalah melatih motorik anak yang bisa dilakukan di rumah. Hal itu bertujuan agar terapi bisa berjalan lebih rutin sehingga waktu kontrol juga lebih efisien.
淜ami merasa masih banyak masalah dan isu yang sering menimpa anak-anak dengan kelainan down syndrome yang kerap terjadi di masyarakat. Sehingga perlu untuk segera mendapat penanganan, imbuhnya.
Peningkatan Kasus Masalah Anak
Lebih lanjut, masalah lainnya yakni seperti bullying, diskriminasi, dan stigma negatif juga menjadi masalah krusial bagi anak down syndrome beserta keluarga. Hal tersebut membuat mereka merasa terbebani sehingga berisiko terkena masalah kesehatan lain, seperti penyakit jantung dan depresi.
淜ita juga harus mulai menyadari bahwa selain permasalahan yang saya sebutkan tadi, masih banyak kasus akibat down syndrome yang terus meningkat di Indonesia, terangnya.
Ade Irma menuturkan, ada berbagai aspek yang menjadi penyebab peningkatan kasus down syndrome. Beberapa aspek tersebut adalah kecacatan bicara yang dibagi menjadi tiga kategori yaitu omisi, substitusi dan juga ketidakjelasan kosakata.
Penulis: Rosita
Editor: Yulia Rohmawati





