51动漫

51动漫 Official Website

Gagas Kemandirian Akuakultur, Prof Shofy Kenalkan Inovasi Reproduksi Hewan Air

Prof Dr Ahmad Shofy Mubarak SPi MSi saat memberikan orasi ilmiah pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Reproduksi Hewan Air. (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Penguatan sektor akuakultur menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan pangan berbasis perikanan di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Prof Dr Ahmad Shofy Mubarak SPi MSi dalam orasi ilmiah pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Reproduksi Hewan Air 51动漫 (UNAIR) pada Kamis (9/4/2026) di Aula Garuda Mukti, Gedung Manajemen, Kampus MERR – C. 

Prof Shofy menjelaskan pengembangan teknologi budidaya diperlukan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas komoditas perikanan, terutama ikan dan udang. Peningkatan ini memerlukan kesediaan teknologi untuk menjamin ketersediaan benih dan budidaya yang efektif, salah satunya melalui pengembangan produk pakan alami berupa kista Artemia sp. 

Namun, Indonesia tidak memiliki spesies endemik Artemia sp karena ekosistem dan lingkungan kurang mendukung usaha budidaya spesies ini secara alami. Ketergantungan industri impor kista Artemia sp sebagai pakan alami berpotensi mengancam kemandirian akuakultur nasional. 

Solusi yang digagas oleh Prof Shofy untuk permasalahan tersebut yakni teknologi reproduksi untuk menghasilkan telur dorman pada zooplankton lokal, khususnya Moina macrocopa. Spesies ini memiliki nilai nutrisi dan ukuran yang setara dengan Artemia sp., namun lebih mudah dibudidayakan di perairan Indonesia.

淚nduksi reproduksi seksual melalui kombinasi faktor stres seperti kepadatan, hipoksia, dan kairomon, serta pengaturan nutrisi, terbukti efektif meningkatkan produksi anakan jantan dan betina seksual. Hal ini memicu sintesis hormon Methyl farnesoat yang krusial dalam pembentukan telur dorman atau ephipia berkualitas tinggi, jelas Prof Shofy. 

Selain Pakan, Prof Shofy juga menyampaikan solusi atas permasalahan budidaya ikan nila. Masalah utama komoditas ini adalah aktivitas reproduksi yang terlalu tinggi, ikan memijah pada usia muda. Akibatnya energi ikan habis untuk reproduksi bukan pertumbuhan, sehingga ukuran panen tidak optimal. 

Inovasi yang ditawarkan adalah penggunaan produk lokal berupa biji kacang kara benguk (Mucuna pruriens). Tanaman ini kaya kandungan L-Dopa yang mampu meregulasi hormon pada ikan. Suplementasi ekstrak kara benguk pada pakan terbukti dapat menekan indeks somatik gonad (GSI) dan tingkat kematangan gonad (TKG) pada ikan nila betina.

沦耻辫濒别尘别苍迟补蝉颈 L-Dopa dari kacang kara benguk bekerja dengan menurunkan sintesis GnRH dan meningkatkan Growth Hormone (GH). Hasilnya perkembangan gonad tereduksi, sementara kinerja pertumbuhan, laju kelangsungan hidup, dan daya cerna ikan justru meningkat secara signifikan, tambah Prof Shofy.

Penulis : Maulya Afifah Zahra 

Editor : Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT