UNAIR NEWS – Kawasan Geopark Karst yang ada di Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan berhasil meraih predikat UNESCO Global Geopark pada 2021. Kawasan karst ini merupakan yang terbesar ke-2 setelah yang ada di Cina. Selain itu, masih ada banyak potensi sejarah, budaya, dan alam yang patut dikenal dari Geopark ini.
Menanggapi hal tersebut, Dosen 51动漫 (UNAIR), Novianto Edi Suharno SST Par MSi, memberikan komentarnya. Menurutnya Geopark Maros Pangkep memiliki tantangan tersendiri. Terutama mengenai minimnya pengetahuan masyarakat mengenai konsep geopark.
Strategi Pemasaran
淧ertama, identifikasi pasar. Apakah itu wisatawan domestik, internasional, atau komunitas hobi, keluarga. Ini yang menjadi pertimbangan pertama, ungkap Novianto. Setelah identifikasi pasar didapat, pengelola dapat melakukan branding yang tepat.
Branding ini dapat mencakup logo, slogan, dan sebagainya. Novianto juga menekankan pentingnya pengelolaan media sosial agar pengunjung dapat menjangkau informasi wisata dengan mudah. Di samping itu, pelibatan banyak pihak seperti pemerintah dan komunitas lokal juga sangat krusial.

Ia juga menambahkan mengenai pengadaan paket wisata. 淢emang harus ada pengembangan paket wisata. Jadi mencakup kegiatan yang unik dan menarik. Misalnya hiking, camping, susur goa, paparnya. Ia menilai, paket wisata juga bisa mempermudah wisatawan dalam mendapat pengalaman wisata yang komprehensif.
Melibatkan Masyarakat Lokal
Selain menyuguhkan keindahan alam berupa batuan karst, Geopark Maros Pangkep juga menawarkan keunikan budaya lokal dan keindahan biodiversitas. Dalam hal ini, narasi lokal yang dinilai unik dapat menjadi senjata pemasaran yang efektif. Namun, perlu adanya keterlibatan masyarakat lokal dalam perwujudannya.
淜alau masyarakatnya sudah sadar dan memiliki penghargaan terhadap nilai dan budaya, ini lebih mudah saat menceritakan kembali kepada wisatawan. Jadi, masyarakat yang hadir di sana akan lebih peduli dan tanggung jawab dalam melestarikan Geopark Maros sendiri, katanya.
Melalui narasi lokal yang berkembang, wisatawan akan mendapatkan pengalaman yang lebih autentik. Namun, sebelum itu, Novianto menambahkan bahwa masyarakat lokal juga perlu mendapatkan pelatihan. Hal ini guna memberikan kesempatan masyarakat untuk menjadi pengelola dan pengambil keputusan dalam pengembangan wisata ini.
Menurutnya, penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam geopark menjadi penting. Di samping juga memberikan pengetahuan yang holistik terkait kesadaran menjaga alam. Terkahir, manfaat ekonomi juga perlu diperhatikan, sebab ini menjadi trigger masyarakat lokal untuk mengembangkan geopark menjadi kawasan wisata berkelanjutan.
Penulis: Afifah Alfina
Editor: Yulia Rohmawati





