Melon adalah salah satu buah favorit di seluruh dunia karena rasanya yang manis, menyegarkan, dan kaya manfaat gizi. Namun, budidaya melon kini semakin sulit dilakukan di daerah yang mengalami peningkatan salinitas tanah, terutama di wilayah pesisir. Di Indonesia, para petani di sekitar Pantai Bocor, Kebumen, telah lama menghadapi penurunan hasil panen melon karena intrusi air laut membuat tanah menjadi terlalu salin bagi sebagian besar varietas melon. Untuk menjawab tantangan ini, peneliti Indonesia dari 51动漫, IPB University, dan Universitas Gadjah Mada baru-baru ini menguji beberapa genotipe melon baru untuk menemukan yang mampu bertahan dan tumbuh baik dalam kondisi tanah asin. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Makara Journal of Science ini menyoroti satu varietas yang sangat menjanjikan: Gama Melon Parfum.
Garam dalam tanah mengganggu pertumbuhan tanaman dengan menghambat akar menyerap air. Meskipun tanah terlihat lembap, kadar garam yang tinggi mencegah tanaman mendapatkan air yang diperlukan. Garam juga mengganggu keseimbangan nutrisi dan memicu penumpukan molekul berbahaya yang disebut reactive oxygen species, yang dapat merusak sel tanaman. Dampak ini menyebabkan tanaman tumbuh lambat, daun menjadi lebih kecil, dan hasil panen menurun. Karena itu, pengembangan tanaman yang toleran terhadap salinitas menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian di daerah pesisir yang rentan. Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan membandingkan tiga genotipe melon baru: Melona, Tacapa Gold, dan Gama Melon Parfum. Tanaman ditumbuhkan dalam rumah kaca dan kemudian diberi perlakuan salinitas tinggi (220 mM NaCl). Selama beberapa minggu, peneliti mengukur tinggi tanaman, jumlah daun, kadar air daun, kandungan klorofil, serta aktivitas gen-gen yang diketahui membantu tanaman menghadapi cekaman.
Ketiga genotipe melon tersebut menunjukkan dampak negatif akibat perlakuan garam, namun Gama Melon Parfum secara konsisten menunjukkan ketahanan yang lebih baik. Genotipe ini mampu mempertahankan lebih banyak air dalam daunnya, kemampuan penting untuk menjaga proses fotosintesis di bawah kondisi stres. Gama Melon Parfum juga menghasilkan prolin dalam jumlah lebih tinggi, yang membantu melindungi sel tanaman dari kerusakan. Peningkatan prolin ini berkaitan dengan aktivasi kuat gen P5CR, yang berperan dalam produksi prolin. Selain itu, Gama Melon Parfum menunjukkan ekspresi lebih tinggi pada gen LEA, yang membantu tanaman bertahan dari dehidrasi dan stres oksidatif. Kombinasi keunggulan tersebut, retensi air yang lebih baik, akumulasi prolin yang lebih tinggi, dan aktivitas gen respons-stres yang lebih kuat攎enunjukkan bahwa Gama Melon Parfum adalah genotipe yang toleran terhadap salinitas. Hal ini menjadikannya kandidat yang sangat berharga untuk dibudidayakan di tanah asin sekaligus sumber genetik penting untuk merakit varietas melon tahan garam di masa depan.
Penulis: Oleh: Anjar Tri Wibowo, M.Sc., Ph.D





