51动漫

51动漫 Official Website

Gandeng Badan Penyuluhan Pertanian, Tim BBK 7 Gelar Workshop Pembuatan Kompos, Mendukung SDG 17

Foto bersama seluruh warga peserta edukasi pembuatan kompos Desa Pangkatrejo
Foto bersama seluruh warga peserta edukasi pembuatan kompos Desa Pangkatrejo (dok. pribadi)

UNAIR NEWS – Tim Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) menjawab permasalahan petani di Desa Pangkatrejo, Kecamatan Sugio, Lamongan. Pada Selasa (20/1/2026), tim ini menggelar program Budidaya dan Rekayasa Pengolahan Sampah Organik Ramah Lingkungan (BURGER) di Balai Desa Pangkatrejo. Kegiatan yang berkolaborasi dengan Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sugio ini dihadiri 40 warga. Peserta terdiri dari kelompok tani, kader PKK, kader Posyandu, kepala desa, dan para kepala dusun. 

Sebelum demo pembuatan kompos, kegiatan diawali dengan pemaparan materi dari koordinator BPP Kecamatan Sugio, Sumadi SP. Menurut Sumadi, kegiatan edukasi pembuatan kompos organik sangat penting karena 95 persen warga Desa Pangkatrejo bermata pencaharian sebagai petani.  

淭anaman kalau dipupuk menggunakan bahan kimia sintetis itu memang cepat pertumbuhannya. Tapi, kalau ada suatu serangan hama dan penyakit akan terkena paling cepat. Sementara jika menggunakan pupuk organik itu akan lebih baik sepuluh kali lipat dalam memberikan ketahanan yang cukup lama, jelas Sumadi. 

Praktik Langsung Pembuatan Kompos 

Dalam praktik pembuatan kompos, program BURGER mengusung metode Berkeley Hot Composting. Kompos dibuat dari bahan organik lokal berupa sekam padi segar, sekam padi bakar, kotoran sapi, limbah kebun melon, daun-daunan, batang, serta tambahan cairan EM4 dan molase. Praktik ini mendapat sambutan baik dan antusiasme dari warga yang hadir. 

淪elama ini sampah sering dibakar, padahal sampah organik bisa diolah jadi pupuk yang berguna untuk sawah atau kebun. Sampah dapur juga bisa dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan bunga atau sayur seperti sawi, seledri, dan bayam. Kegiatan seperti ini penting untuk disebarluaskan ke seluruh masyarakat, ungkap Yuliani, guru PAUD yang menjadi peserta kegiatan. 

Kolaborasi untuk Mencapai Tujuan

Demo pembuatan kompos organik dipandu oleh BPP Kecamatan Sugio dan dibantu oleh beberapa warga yang hadir. Keterlibatan ini menunjukkan kontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs) ke-17, yaitu Partnership for the Goals. Selain itu,  program BURGER  bertujuan untuk menumbuhkan kebiasaan pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan di Desa Pangkatrejo. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat mendukung tercapainya poin SDGs ke-13, Climate Action. 

Penulis: Khumairok Nurisofwatin

AKSES CEPAT