UNAIR NEWS – Dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini, melakukan segala hal menjadi mudah. Salah satunya, kemudahan untuk membeli pakaian. Namun, kemudahan itu justru menimbulkan budaya konsumtif dan banyaknya limbah tekstil.
Dalam hal tersebut, IDEAA2 mengadakan mini workshop perdananya yang bertajuk Slow Fashion: Minimalism and Sustainability pada (19/3/2023) di Flores 15. Pada mini workshop itu, mengundang Juan Khaidir dari Lama Lama Indonesia sebagai narasumber kali ini.
IDEAA2 merupakan perkumpulan anak muda untuk menyebarkan kebermanfaatan sesama anak muda khususnya mahasiswa. IDEAA mulai berdiri pada awal Februari 2023 dan didirikan oleh Muhammad Hilal Bima Ramadhan, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK UNAIR).
IDEAA2 ini berdiri karena dorongan dan motivasi saya untuk mengajak untuk para anak muda membawa impact ke sesama khususnya para mahasiswa, tutur Hilal selaku CEO IDEAA2.
Menurutnya, pemilihan tema slow fashion itu karena melihat industri fashion kian digandrungi oleh masyarakat khususnya anak muda. Meningkatnya animo masyarakat yang cukup tinggi memicu industri fast fashion terus-menerus memproduksi baju baru dan meningkatkan daya konsumtif.
Hal ini perlu adanya edukasi untuk anak muda untuk beralih kepada slow fashion, dimana kita meminimalisir pencemaran limbah atas tekstil namun juga kita dapat mengikuti jaman dan stylish, tutur Juan Khaidir saat memberikan materi.
Pada industri slow fashion lebih mengutamakan kualitas daripada tren serta lebih memperhatikan pada etis dalam dunia fashion. Perlunya edukasi pada anak muda untuk lebih peduli pada lingkungan dan industri fashion.
Salah satunya, teman-teman dapat think twice before buying, dan mempertimbangkan untuk memberi pakaian baru. Jika dirasa bosan dengan pakaian yang ada, bisa dilakukan mix and match atau mendaur ulang menjadi pakaian baru, tambah Juan.
Pada mini workshop itu tidak hanya memberikan edukasi namun juga mengadakan kelas untuk mendaur ulang pakaian bekas menjadi barang baru yang bermanfaat tanpa harus membeli yang baru.
Saya berharap wawasan teman-teman mengenai slow fashion ini tak berhenti disini dan dapat disebarluaskan diluar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pada industri slow fashion, pungkas Juan.
Penulis: Satrio Dwi Naryo





