51动漫

51动漫 Official Website

Gandeng Lintas Sektor, CESGS UNAIR Dorong ESG jadi Strategi Utama Bisnis Berkelanjutan

CEO CESGS UNAIR Prof Dr Iman Harymawan SE MBA PhD saat menjadi pembicara dalam IELF 2025 (Foto: Istimewa)
CEO CESGS UNAIR Prof Dr Iman Harymawan SE MBA PhD saat menjadi pembicara dalam IELF 2025 (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) kembali meneguhkan komitmennya dalam memperkuat peran akademisi dan praktisi dalam ekosistem bisnis berkelanjutan. Hal itu terbukti dari penyelenggaraan Indonesia ESG Leaders Forum (IELF) 2025 oleh Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) UNAIR. Forum akbar tersebut sukses terselenggara di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada Rabu (23/7/2025).

Forum ini merupakan inisiatif bekerja sama dengan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). Tidak hanya itu, forum tersebut juga mendapat dukungan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan SustainLife Today. Mengusung tema Turning Costs into Cash through Impactful Sustainable Strategies, IELF 2025 mempertemukan wawasan lintas sektor yang menjadikan ESG bukan lagi beban kepatuhan. Melainkan sebagai strategi inti untuk pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan ketahanan jangka panjang.

Sebagai pusat studi yang aktif mengembangkan riset dan advokasi kebijakan ESG di Indonesia, CESGS memposisikan IELF 2025 sebagai ajang dialog lintas sektor. Dengan tujuan untuk membangun pemahaman mendalam dan kolaboratif dalam transformasi keberlanjutan.

IELF 2025 menghadirkan lebih dari 100 peserta dari berbagai sektor industri. Mulai dari pemimpin korporasi, regulator, akademisi, hingga praktisi keberlanjutan dari seluruh Indonesia. Forum ini membuka ruang kolaborasi antara dunia usaha dan akademik untuk memperkuat adopsi ESG yang berdampak.

Indonesia ESG Leaders Forum 2025 hadirkan sejumlah peserta dari berbagai sektor (Foto: Istimewa)
Indonesia ESG Leaders Forum 2025 hadirkan sejumlah peserta dari berbagai sektor (Foto: Istimewa)

Ketua Umum AEI Armand Wahyudi Hartono dan Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko BEI Sunandar membuka secara langsung forum tersebut. Keduanya menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan pelaku pasar untuk menciptakan iklim investasi yang transparan dan bertanggung jawab.

CEO CESGS UNAIR Prof Dr Iman Harymawan SE MBA PhD dalam forum tersebut menegaskan pentingnya pendekatan strategis dalam menghadapi krisis iklim. 淧erubahan iklim telah menciptakan ketidakpastian finansial yang semakin besar. Namun di balik tantangan tersebut, ada peluang strategis. Di mana inisiatif keberlanjutan yang tepat dapat mengubah biaya lingkungan dan sosial menjadi keuntungan finansial, serta menjamin ketahanan bisnis jangka panjang, ungkapnya. Bersama Presiden Direktur Institute of Sustainability and Agility Maria R Nindita Radyati, Prof Iman membagikan perspektif mengenai pentingnya menghubungkan teori dan praktik ESG agar dapat terimplementasi secara efektif di berbagai sektor.

Sebagai bentuk kontribusi konkret terhadap penyelarasan standar pelaporan keberlanjutan global, CESGS juga menghadirkan sesi konsultasi khusus mengenai panduan pelaporan berbasis IFRS. Sesi tersebut dipandu oleh Fajar Kristanto Gautama Putra (CESGS) dan Gilman Pradana Nugraha (AEI). Sesi ini sekaligus menjadi momen peluncuran Playbook IFRS S2, panduan praktis yang dikembangkan sebagai navigasi implementasi standar pelaporan keberlanjutan terbaru.

IELF 2025 juga mempertemukan para pelaku industri dalam dua sesi paralel yang membahas transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui penerapan ekonomi hijau dan ekonomi sirkular. Beberapa narasumber yang turut berbagi wawasan antara lain Subkhan (Forum QHSE BUMN Konstruksi), Aninda Dewi Hindrawati (PT Sarana Multi Infrastruktur), Annisa Ayu Soraya (IDSurvey), Bondan Winarno (PT Pelindo), Anik Hidayati (PT PELNI), dan Evi Jo (PT Bank Central Asia Tbk). Keragaman perspektif dan sektor ini menegaskan bahwa pendekatan ESG tidak eksklusif bagi satu jenis industri. Melainkan menjadi kunci strategis lintas sektor untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan.

Prof Iman Harymawan menegaskan bahwa IELF 2025 diharapkan menjadi titik balik dalam cara pelaku usaha memandang ESG. Bukan sekadar kewajiban kepatuhan, tetapi juga sebagai strategi utama yang mampu mendorong kesuksesan finansial sekaligus keberlanjutan jangka panjang. 淜ami mengundang para pemimpin masa depan dari berbagai sektor untuk turut mendefinisikan ulang ESG. Dari dokumen pelaporan menjadi motor penggerak pertumbuhan bisnis yang strategis dan berdampak, ujar Guru Besar Bidang Akuntansi Keberlanjutan UNAIR itu.

Penyelenggaraan IELF 2025 sekaligus memperkuat pesan bahwa keberlanjutan bukan lagi pilihan, apalagi tren sesaat. Melainkan, kebutuhan strategis untuk membangun resiliensi bisnis di tengah ketidakpastian iklim dan pasar global. Melalui dialog lintas sektor, kesamaan visi, dan kolaborasi nyata, forum ini diharapkan menjadi langkah kolektif menuju penerapan praktik bisnis yang tangguh, inklusif, dan bertanggung jawab, baik terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Penulis: Tim CESGS UNAIR, Samudra Luhur Pambudi

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT