UNAIR NEWS “ Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, 51¶¯Âþ (UNAIR) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (Pengmas) di Kota Probolinggo, Sabtu (27/7/2024). Kegiatan Pengmas untuk mengatasi stunting itu merupakan kerja sama antara FKM dengan Pemerintah Kota Probolinggo. Pj Walikota Probolinggo Dr Nurkholis, SSos Msi CIPA CICHM membuka langsung acara tersebut.
Pengmas kali ini membahas topik yang menjadi isu sentral pembangunan kesehatan yaitu penurunan stunting. Dinas Kesehatan Kota Probolinggo menyampaikan program dan kegiatan yang telah dilakukan selama ini untuk menurunkan stunting di Kota Probolinggo. Berdasarkan paparan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, terdapat perbedaan hasil pengukuran stunting antara SSGI/SKI dengan e-PPGBM.
Kota Probolinggo merupakan kota/kabupaten urutan kedua dari bawah dengan kasus stunting yang tinggi di Provinsi Jawa Timur. Berbagai program telah dilaksanakan oleh kota Probolinggo untuk menurunkan kasus stunting melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Secara umum, hingga pertengana tahun 2024, kedua program tersebut sudah mencapai 50% lebih dari yang ditargetkan.

Pada kesempatan kali ini, Tim FKM UNAIR menyampaikan apresiasi terhadap program dan kegiatan yang telah dilakasanakan selama untuk menurunkan stunting, termasuk capaian program untuk menurunkan stunting. Tim dari FKM menyampaikan bahwa terdapat 4 aspek penting yang perlu diperhatikan untuk menurunkan stunting yaitu kebijakan, partisipasi masyarakat, pengelolaan program serta koordinasi lintas sektor dan lintas program. Kebijakan yang ada saat ini di kota Probolinggo sudah sangat lengkap, hanya saja perlu ada penguatan kebijakan dari aspek pencegahan stunting dan pengelolaan balita yang sudah terkena stunting.
Partisipasi masyarakat menjadi sangat penting, karena masalah stunting ini bisa terselesaikan jika ada keterlibatan masyarakat, terkait dengan pengendalian sumber penyebab stunting, misalnya pada saat kehamilan, pengelolaan lingkungan, perhatian terhadap calon pengantin dan sebagainya. Untuk pengelolaan program terutama pada aspek intervensi spesifik dan sensitif, penguatan perencanaan perlu dilakukan khususnya pada aspek ketepatan sasaran dan anggaran, supervisi pelaksanaan kegiatan serta monitoring dan evaluasi kegiatan.
Pada aspek koordinasi, yang merupakan salah satu kunci keberhasilan penurunan stunting, perlu terus dilakukan dengan efektif yaitu dengan menentapkan 1 orang yang ditunjuk khusus mewakili sektor tertentu untuk berkoordinasi, tidak berganti-ganti orang yang hadir pada saat koordinasi. Hal ini diperlukan agar hasil koordinasi dapat ditindaklanjuti dengan baik dan kegiatan hasil koordinasi menjadi berkelanjutan.
Penulis: Tim Pengmas FKM
Editor: Yulia Rohmawati





