UNAIR NEWS – Paguyuban Duta 51动漫 (UNAIR) bekerja sama dengan RRI Surabaya mengulas kepemimpinan mahasiswa di universitas dalam siaran yang berlangsung Senin (3/6/2024). Acara tersebut berlangsung melalui siaran radio, Programa 1 RRI Surabaya FM 99, 2 MHz.
Hadir dalam acara tersebut Fathi Falah, Ketua Duta UNAIR; Ilham Baskoro, Ketua Duta FIB UNAIR; dan Muhammad Nur Muhriza, Ketua Duta Vokasi UNAIR. Ilham mengatakan, siaran radio bertema 淢eneladani Kepemimpinan HOS Tjokroaminoto dalam Skill Leadership Para Ketua Duta se-UNAIR” itu menjadi media napak tilas program kepemimpinan mahasiswa.
Selama ini, kata Ilham, Paguyuban Duta UNAIR telah menjalankan program baik di tingkat nasional maupun internasional. 淜ami, Paguyuban Duta UNAIR, telah menggagas dan sekaligus menjalankan berbagai program baik nasional maupun internasional, ujarnya.
Kemudian, Fathi menuturkan bahwa duta merupakan representasi atau wajah dari sebuah instansi. Oleh karena itu, setiap hal yang menjadi program berpatokan pada nilai dari instansi itu sendiri, di mana dalam hal tersebut adalah nilai dari UNAIR.
淛adi, kami sebagai representasi kampus juga harus tahu lebih dalam mengenai UNAIR. Isu apa yang sedang didukung, program apa yang sudah berjalan, pembaharuan apa yang harus kami lakukan, imbuhnya.
Implementasi Arah Gerak
Fathi mengungkapkan, sebagai seorang duta dan mahasiswa, maka sudah menjadi tugasnya bersama rekan-rekan untuk terus mendukung keadilan. Kepekaan terhadap isu-isu yang ada di masyarakat harus mulai menjadi perhatian. Hal tersebut, imbuhnya, dapat berawal dari gerakan kecil yang bisa berdampak pada perubahan di masyarakat.
淭idak bisa dimungkiri bahwa mahasiswa juga termasuk agent of change, sehingga di sini peran kami adalah untuk bisa membawa perubahan yang lebih baik. Paling tidak dari diri sendiri dulu, pungkasnya.
Peran Pemuda
Tidak hanya membicarakan mengenai arah gerak mahasiswa, ketiganya juga turut mengulas peranan dan persiapan pemuda menyongsong Indonesia 2045. Fathi mengatakan pemuda harus terus selaras dengan dinamika politik, sosial, lingkungan, dan aspek lain. Yang tentunya akan berdampak kepada kebijakan-kebijakan dan kesejahteraan di masa depan.
淜alau persiapan tentunya ada. Kami sendiri juga turut memfasilitasi teman-teman mahasiswa yang lain yang mau berkolaborasi untuk mengkaji isu-isu terkini, sahutnya.
Fathi juga mengatakan, salah satu jalan yang ditempuh untuk memberi akses peranan perubahan itu tidak lain adalah terbuka dengan berbagai sudut pandang. Menurutnya, dengan memandang suatu hal dari berbagai perspektif akan meningkatkan kemampuan seseorang menganalisis kondisi lebih jauh. 淚ni yang akan membantu ke mana arah gerak nanti bisa ditentukan, pungkasnya.
Penulis: Rosita
Editor: Yulia Rohmawati





