UNAIR NEWS – Biasanya, kampus Dharmawangsa B sepi di akhir pekan. Akan tetapi, hal sebaliknya terjadi pada Sabtu (29/10/2022). Lebih dari 150 mahasiswa memadati Aula Soetandyo guna mengikuti acara International Day Project (IDP).
IDP merupakan seminar nasional tahunan yang digelar oleh 51动漫. Gelaran itu menjadi rangkaian acara dari IRFEST 2022 yang diadakan oleh . Tahun ini, Mohammad Iskandarsyah Derry Aman, Duta Besar (Dubes) dan Wakil Tetap Republik Indonesia (Watapri) untuk ASEAN diundang menjadi pembicara.
Dalam acara tersebut, Derry memperkenalkan gambaran umum ASEAN dan perannya dalam memulihkan kondisi kawasan Asia Tenggara. Ia mengatakan bahwa selama ini Indonesia adalah negara besar dalam ASEAN. Akan tetapi, menurutnya, menjadi negara besar saja tidak cukup.
淜ita harus menunjukkan bahwa memang Indonesia adalah negara besar, yaitu dengan memberikan kontribusi pemikiran, inisiatif,dan mendorong teman-teman ASEAN lainnya, tutur Derry.
Kerja sama memang menjadi hal penting di ASEAN. Hal itu terlihat dalam usaha ASEAN menghadapi pandemi dua tahun terakhir. Berbagai badan di bawah ASEAN dibentuk untuk menghadapi Covid-19 di Asia Tenggara. 淎SEAN relatively sangat cepat tanggap, responsif terhadap pandemi Covid-19, tegasnya.
ASEAN banyak melakukan respon on the spot maupun aksi kolaboratif. Sepuluh negara anggota ASEAN segera menemukan langkah yang harus diambil.
淎SEAN bisa bersama-sama menentukan responnya apa. What do we have to do?, terang praktisi kerja sama ekonomi internasional tersebut.
Respons cepat ASEAN itu tercermin dalam usaha pemerataan vaksin di Asia Tenggara. Dalam usahanya menangani Covid-19, ASEAN membentuk Covid-19 ASEAN Response Fund.
淯ang untuk membeli vaksin diambil dari situ.
Soroti Myanmar
Selain membahas mengenai Covid-19, Derry juga menjawab pertanyaan dari peserta mengenai respons ASEAN terhadap masalah Myanmar. Tempo hari, serangan udara terhadap sebuah konser berdarah di Myanmar memakan puluhan korban.
Derry mengatakan bahwa ASEAN tidak bisa mengintervensi banyak hal mengenai politik dalam negeri. Meskipun demikian, ASEAN tetap berencana mengirim bantuan kemanusiaan.
Humanitarian aid tentu (diberikan, red), ucapnya.
Namun, bantuan tersebut terkendala politik domestik Myanmar yang sedang kacau. Junta militer mengkudeta dan kini menduduki kursi pemerintahan. Derry menyatakan bahwa ASEAN tidak mengakui junta militer itu sebagai pemerintahan yang sah.
淜ita harus memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat.
Penulis: Ghulam Phasa Pambayung
Editor: Khefti Al Mawalia





