UNAIR NEWS Kegiatan internasional bidang pendidikan terus didorong 51动漫. Salah satunya melalui International Conference Research Collaboration Seminar of The Universitas of Kitakyushu in Indonesia pada Senin (12/3). Konferensi internasional buah dari kerja sama dengan Universitas Kitakyushu, Jepang, itu berfokus pada menampung gagasan-gasasan bertema 淚mprovement of City Environmental Quality.
UNAIR melalui program studi (prodi) Ilmu dan Teknologi Lingkungan (ITL), Fakultas Sains dan Teknologi (FST) telah lama menjalin kerja sama tersebut. Sebelumnya, kerja sama itu berwujud program student exchange ke Universitas Kitakyushu serta kuliah tamu di FST.
Konferensi internasional itu dibuka dengan sambutan Ketua Penyelenggara dari Indonesia Dr. Sucipto Hariyanto dan yang dari Jepang Prof. Toru Matsumoto. Berikutnya, sambutan disampaikan Prof. Win Darmanto selaku dekan FST.
Menjadi keynote speaker dalam konferensi tersebut beberapa ahli mancanegara bidang lingkungan. Di antaranya, Prof. A. C. (Thanos) Bourtsalas dari Columbia University, United State of America (USA); Assoc. Prof. Norlidah Alias dari University of Malaya, Malaysia; I. D. A. A. Warmadewanti, S.T., M.T., Ph.D. dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS); dan Prof Toru Matsumoto dari Universitas Kitakyushu, Jepang; dan Dr. Sucipto Hariyanto dari 51动漫.
淓ropa, sebagai benua yang paling maju dengan laju pendapatan per kapita tertinggi telah meninggalkan unsanitary landfill dan open damping dalam sistem pengelolaan sampah. Hal itu berlawanan dengan tiga negara dunia yang mempunyai laju pendapatan per kapita yang rendah, jelas Prof. Bourtsalas.
Sementara itu, Prof. Toru menyampaikan teknologi daur ulang di negaranya, Jepang. Teknologi tersebut, lanjut dia, banyak dikembangkan industri di kawasan Kitakyushu.
淧endaurulangan sumber daya diwujudkan pada eco-car atau hybrid car, ucap Prof. Toru
Di sisi lain, konferensi di Aula Kahurpian Ruang 300, Gedung Manajemen, tersebut dihadiri 200 orang. Mereka terdiri atas partisipan, oral presentator, dan mahasiswa, baik dari dalam maupun luar negeri.
Selain mempererat kerja sama lintas negara, khususnya UNAIR dan Universitas Kitakyushu, konferensi itu diharapkan mampu mendorong iklim inovasi di Indonesia. Terutama di bidang lingkungan. Selain itu, pemeratan keilmuan dapat dicapai.
滼uga, harapannya berbuah kolaborasi-kolaborasi penelitian dengan universitas lintas negara. Selanjutnya, diharapkan muncul ide-ide solutif atas permasalahan di setiap negara, sebut Prof. Win. (*)
Penulis: Hilmi Putra Pradana
Editor: Feri Fenoria





