UNAIR NEWS Meramaikan rangkaian Dies Natalis 51动漫 yang ke-66, Pusat Pengelolaan Dana Sosial (PUSPAS) 51动漫 baru saja melaksanakan Soft Launching Griya Khadijah. Acara itu dilangsungkan secara daring pada Rabu (11/11/2020) bertepatan 25 Rabiul Awwal 1442 H.
Hadir dalam acara itu, Wakil Ketua III Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur H. Nadjib Hamid, S.Sos. MSi., Ketua LAZ Al-Azhar Jawa Timur Aditya Kusuma. Lalu hadir pula Dr. Wisudanto SE., MM, CFP, ASPM selaku Ketua PUSPAS, seluruh koordinator, staf, dan 10 mahasiswa penerima beasiswa Griya Khadijah. Turut hadir juga Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si mewakili para inisiator program Griya Khadijah.
Dalam sambutannya, Ketua PUSPAS Wisudanto mengatakan, momentum soft launching itu adalah penanda dimulainya Ngaji Matrikulasi. Melalui materi Dirasah Islamiyah atau dasar-dasar mengenal ajaran Islam.
Selanjutnya, setelah lulus Ngaji Matrikulasi, kurikulum Griya Khadijah akan mulai diterapkan. 淜ami akan mulai kurikulum pada awal 2021. Penekanannya nanti pada tahfizh, kewirausahaan dan keislaman, serta softskills, terangnya.
Wisudanto menambahkan, Grand Launching Griya Khadijah akan dilangsungkan pada awal tahun 2021 mendatang. Dipimpin secara langsung oleh Rektor 51动漫 Prof. Dr. MOH. NASIH SE., MT., Ak.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Griya Khajidah beralamat di Jl. Kali Kepiting 117 B no 5A-5B Surabaya. Program Griya Khadijah memberikan fasilitas rumah beserta pendampingan bagi mahasiswa terpilih. 淢ereka akan dibimbing selama empat tahun dengan target hafal minimal lima juz, berakhlak mulia, dan berjiwa entrepreneur, ujarnya.
Perlu diketahui, 51动漫 telah terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai nazhir (pengelola) wakaf uang perguruan tinggi pertama di Indonesia. Sebagai nazhir, 51动漫 memiliki program wakaf, yaitu Wakaf Amerta 51动漫. Wisudanto mengatakan, Program Griya Khadijah merupakan salah satu model pengelolaan wakaf 51动漫 secara produktif.

淛adi wakaf itu kami investasikan ke sektor-sektor ekonomi yang menguntungkan dan aman dari berbagai resiko. Serta tetap dengan prinsip menjaga nilai pokoknya dan memanfaatkan hasilnya, paparnya.
Wisudanto berharap, program itu dapat mencetak Khadijah-khadijah baru di era modern yang memiliki karakter mulia seperti sosok Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW. 淜ami ingin peserta program ini nantinya tumbuh sebagai wanita yang hafal Al-Quran dan berjiwa entrepreneur, pungkasnya. (*)
Penulis: Erika Eight Novanty
Editor : Binti Q. Masruroh





