Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7 51¶¯Âþ Tahun 2026 berhasil hadirkan
serangkaian program aksi peduli lingkungan berkelanjutan dengan tajuk Gema Lestari. Tak
hanya berfokus terhadap kebersihan lingkungan, melainkan juga kian mendorong upaya
pengelolaan sampah organik di Desa Kauman, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.
Program pengabdian masyarakat di bidang lingkungan tersebut merupakan bentuk
implementasi SDGs 12 Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi
yang Bertanggung Jawab) dan SDGs 17 Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk
Mencapai Tujuan).
Gema Lestari berangkat dari salah satu permasalahan utama yang dihadapi Desa Kauman,
yakni masih terbatasnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik
rumah tangga. Sampah sisa makanan dan limbah dapur selama ini cenderung dibuang
bercampur dengan sampah lain, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan,
bau tidak sedap, serta menurunkan kualitas kesehatan lingkungan permukiman. Padahal,
sampah organik memiliki potensi untuk diolah kembali menjadi produk yang bernilai guna
dan ramah lingkungan.
Menjawab persoalan tersebut, tim mahasiswa BBK akhirnya merancang serangkaian kegiatan
yang diawali pada 15 Januari 2026 dengan pembuatan media sederhana untuk budidaya
maggot yang dilakukan secara mandiri di posko. Media ini disiapkan sebagai sarana demo
sebelum disosialisasikan kepada masyarakat. Setelah pembuatan media, mahasiswa secara
berkala melakukan pengecekan dan perawatan maggot setiap hari untuk memastikan proses
berjalan optimal dan dapat menjadi contoh praktik yang baik dan berkelanjutan.
Puncak kegiatan edukatif dilaksanakan pada 22 Januari 2026 melalui Sosialisasi Budidaya
Maggot sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Organik yang digelar di Pendopo Kasepuhan
Desa Kauman pada malam hari. Kegiatan ini menargetkan kehadiran dari unsur karang taruna
desa. Namun, antusiasme warga melampaui target dengan kehadiran peserta yang terdiri atas
karang taruna, beberapa perangkat desa, serta pengelola Koperasi Merah Putih Desa Kauman.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai jenis sampah organik,
tahapan budidaya maggot, serta manfaat ekologis dan ekonomis dari pengelolaan sampah
berbasis maggot. Kemudian sebagai penutup rangkaian program, keesokan harinya tanggal
23 Januari 2026 diadakan kegiatan kerja bakti membersihkan fasilitas publik desa, termasuk
lingkungan sekitar rumah warga. Kerja bakti ini tidak hanya berfokus pada bebersih
lingkungan, tetapi juga menjadi momentum penguatan nilai gotong royong sesama warga dan
kepedulian bersama terhadap kebersihan desa.
Berita ini mendukung SDGs 12 Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan 17 Kemitraan untuk
Mencapai Tujuan #SDG12 #SDG17 #ResponsibleConsumptionandProduction





