UNAIR NEWS Kelompok KKN-BBK 7 51 sukses menyelenggarakan program GEMAS (Gerakan Masyarakat Sehat), berkolaborasi dengan Ponkesdes di Balai Desa Raci Tengah pada Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan ini hadir sebagai wujud nyata Kampus Berdampak yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan melalui pelayanan terpadu bagi balita dan lansia. Program ini menyasar sekitar 200 peserta warga Desa Raci Tengah dengan fokus pada pencegahan, pemantauan, dan edukasi kesehatan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan ini secara komprehensif mendukung poin SDGs yang disasar, terutama SDG nomor 3 mengenai kehidupan sehat dan sejahtera. Bagi balita, pemeriksaan dilakukan secara mendalam melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, hingga lingkar lengan atas (LILA). Rangkaian skrining ini sangat krusial untuk memantau tumbuh kembang anak secara akurat serta mendeteksi gejala malnutrisi atau tengkes (stunting) sejak dini melalui parameter antropometri yang lengkap.

Sementara itu, bagi kelompok lansia, pemeriksaan mencakup tekanan darah dan cek kimia darah seperti glukosa, kolesterol, serta asam urat. Selain itu, tim pelaksana menambahkan pengukuran lingkar perut sebagai indikator penting untuk mendeteksi risiko obesitas sentral dan penyakit degeneratif. Data hasil pemeriksaan ini kemudian dicatat secara sistematis untuk memberikan gambaran kondisi kesehatan fisik warga secara akurat.
Suryaning Pambudi Putro Prasojo, selaku penanggung jawab kegiatan, menekankan pentingnya akurasi data dalam layanan kesehatan ini. Kami ingin memberikan data akurat agar setiap keluarga dapat mengambil langkah perawatan yang tepat di rumah. Dengan itu, kita bisa memberikan edukasi dan rujukan yang lebih spesifik bagi warga yang memiliki kondisi berisiko, tuturnya di sela-sela kegiatan.
Melalui program GEMAS, diharapkan fondasi fisik masyarakat Desa Raci Tengah semakin kuat sejak usia dini hingga masa tua. Penemuan penyimpangan kesehatan sedini mungkin menjadi kunci utama dalam menghemat biaya pengobatan jangka panjang dan mencegah komplikasi berat. Sinergi antara mahasiswa dan perangkat desa ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan yang bersifat preventif mampu membawa perubahan positif bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Penulis : Kelompok BBK 7 Desa Raci Tengah





