Serangan iskemik transien (TIA) umumnya ditandai dengan defisit neurologis seperti kelemahan unilateral, penurunan sensasi, atau kehilangan penglihatan. Biasanya berlangsung tidak lebih dari 24 jam dan dapat terjadi sekali atau beberapa kali. Anggota badan gemetar Serangan iskemik transien adalah jenis serangan iskemik transien yang lebih jarang terjadi dan bermanifestasi sebagai gerakan tak sadar dan sering disalahartikan sebagai epilepsi motorik fokal.
Kesulitan dalam diagnosis tidak hanya berasal dari kesamaan fenomenologis dengan kejang, tetapi juga dari fakta bahwa infark iskemik adalah penyebab paling umum dari kejang parsial pada lansia. Sangat penting untuk mendiagnosis bentuk serangan iskemik transien yang jarang terjadi ini karena deteksi dini dan pengobatan secara signifikan menurunkan kemungkinan terjadinya stroke yang parah dan melumpuhkan di masa depan. Kami menyajikan kasus serangan iskemik sementara dengan gemetar anggota badan yang disebabkan oleh stenosis arteri karotis internal (ICA) kontralateral yang parah.
Gemetar ekstremitas Serangan iskemik transien merupakan manifestasi TIA yang jarang terjadi dan berhubungan dengan stenosis karotis kontralateral. Serangan ini pertama kali dilaporkan oleh Miller-Fischer pada tahun 1962, digambarkan sebagai gerakan memukul-mukul lengan atau tungkai yang singkat, menyentak, atau aritmia, atau keduanya. Diagnosis TIA biasanya tidak dipertimbangkan pada pasien yang mengalami gerakan abnormal episodik, karena serangan ini secara klasik diyakini berhubungan dengan gejala neurologis negatif. Serangan ini dapat dengan mudah disalahartikan sebagai epilepsi motorik fokal, dan pengobatan dengan obat antiepilepsi sering kali gagal.
Penulis: Dr. Muhammad Hamdan, dr. Sp.S(K)
Jurnal: Limb shaking movement as a rare manifestation of transient ischemic attacks caused by carotid stenosis disease: A case report





