Kerusakan tulang rahang (alveolar bone defect) sering terjadi pada anak-anak, baik akibat kelainan bawaan seperti bibir sumbing maupun karena infeksi, trauma, atau penyakit gusi. Selama ini, perbaikannya mengandalkan cangkok tulang dari tubuh pasien sendiri, yang bersifat invasif dan tidak ideal untuk anak-anak.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dari 51动漫 dan Hiroshima University menghadirkan inovasi baru: kombinasi PMMA (polymethylmethacrylate), HA (hydroxyapatite), dan sel punca dari gigi susu anak atau SHED (Stem Cells from Human Exfoliated Deciduous Teeth). Ketiganya diuji secara in silico, yaitu simulasi komputer untuk memprediksi efektivitas dan keamanan bahan ini sebagai alternatif cangkok tulang.
Kekuatan Kolaborasi Bahan
PMMA adalah bahan plastik medis yang kuat dan fleksibel, sering digunakan dalam bidang ortopedi. Namun, ia tidak mampu merangsang pembentukan tulang. Sebaliknya, HA memiliki sifat osteokonduktif dan mirip dengan mineral alami tulang, namun rapuh jika digunakan sendiri.
Dengan mencampur HA dan PMMA (rasio ideal 80:20), tercipta bahan yang kuat sekaligus mendukung pertumbuhan tulang. Ditambah dengan SHED yang mampu berubah menjadi sel pembentuk tulang, kombinasi ini menjadi kandidat ideal untuk memperbaiki kerusakan tulang rahang.
Hasil Simulasi Komputer yang Menjanjikan
Penelitian ini menunjukkan bahwa HA berperan penting dalam proses pembentukan matriks luar sel tulang (extracellular matrix), yang krusial dalam osteogenesis. HA juga berinteraksi dengan protein SHED seperti DSPP, MMP20, dan SPP1, yang terlibat dalam proses pembentukan dan pematangan tulang.
PMMA tidak berperan langsung dalam osteogenesis, namun mendukung melalui aktivitas antibakteri dan antiinflamasi ringan. Simulasi juga menunjukkan bahwa PMMA dan HA tidak bersifat toksik, tidak menyebabkan kanker, kerusakan hati, atau reaksi imun, sehingga dinilai aman sebagai bahan cangkok.
Potensi Besar untuk Dunia Medis Anak
SHED berasal dari gigi susu anak yang tanggal secara alami, sehingga pengambilannya tidak menimbulkan rasa sakit atau risiko etis. Dengan kombinasi PMMA揌A dan SHED, para ilmuwan berupaya menciptakan alternatif cangkok tulang yang tidak invasif, aman, dan efektif.
Jika penelitian lanjutan seperti uji coba pada hewan (in vivo) menunjukkan hasil serupa, bahan ini berpotensi menjadi standar baru dalam terapi perbaikan tulang rahang, terutama untuk anak-anak dengan kondisi seperti celah langit-langit mulut atau trauma tulang wajah.
Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa bahan sintetis seperti PMMA dan HA, jika dikombinasikan dengan sel dari gigi susu anak, dapat menjadi solusi inovatif untuk perbaikan tulang rahang. Inilah contoh bagaimana limbah biologis seperti gigi susu bisa diubah menjadi agen penyembuh masa depan.
Penulis: Oleh: Prof. Tania Saskianti, drg., Ph.D., Sp.KGA, Subsp. AIBK(K)., FiADH
Informasi detail tentang artikel dapat diakses melalui link:





