51动漫

51动漫 Official Website

Gliserol Sebagai Plasticizer pada Pengembangan Edible Film dari Chitosan

Perkembangan industry makanan menjadi pendorong bagi industry-industri yang terkait dengan pangan khususnya industry pengemasan untuk melakukan serangkaian inovasi. Isu penggunaan plastik sebagai bahan pengemas mulai mendapatkan perhatian dikarenakan efek negative plastik pada lingkungan. Menurut penelitian, plastik kemas yang selama ini digunakan terbuat dari polyetilen, polystyrene, ataupun PVC yang sukar untuk didegradasi secara biologis, proses recycle nya memerlukan biaya yang tinggi, dan memberi efek kontaminan pada makanan yang dikemas. Oleh karena itu, edible film dapat menjadi alternatif bahan kemas baru yang bersifat lebih ramah lingkungan serta aman jika dikonsumsi oleh manusia.

Edible film dari kitosan telah menjadi topik yang cukup banyak dikaji. Seperti yang kita ketahui, kitosan merupakan produk turunan dari kitin yang dihasilkan dari limbah cangkang krustasea misal udang atau kepiting. Penelitian menunjukkan kitosan memiliki sifat yang tidak beracun namun memiliki bioaktivitas berupa antimikroba dan antifungi sehingga berpotensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk pada makanan (Mu帽oz-Tebar et al., 2023). Oleh karena itu, kitosan merupakan bahan yang potensial digunakan sebagai edible film. 

Penggunaan kitosan sebagai edible film terus dikaji dalam hal peningkatan fleksibilitasnya dan sifat-sifat mekaniknya. Salah satunya dengan penambahan gliserol sebagai bahan plasticizer dalam pembuatan edible coating dari kitosan. Menurut penelitian penambahan gliserol dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, sifat mekanis, dan sifat water-vapor transmission sehingga lebih tahan terhadap kelembaban tinggi.

Saputra et al. (2023) menyatakan dosis penambahan gliserol pada pembuatan chitosan-edible coating dapat mempengaruhi sifat mekanis dari edible coating yang dihasilkan. Oleh karena itu perlu diketahui dosis optimal penambahan gliserol pada kitosan untuk menghasilkan edible coating yang lebih baik. Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Saputra et al. (2023), penambahan gliserol sebanyak 1% memberikan hasil edible film yang terbaik dengan ketebalan 0.15 mm, water vapor transmission rate 47.25 ml/m2/day, tensile strength 24.35 kgf/cm2, dan persentase elongasi 23.3%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa gliserol dapat digunakan sebagai plasticizer pada chitosan-edible coating.

Penulis: Eka Saputra, S.Pi., M.Si.

Referensi:

Nuria, Mu帽oz-Tebar., Jos茅, 脕ngel, P茅rez-脕lvarez., Juana, Fern谩ndez-L贸pez., Manuel, Viuda-Martos. (2023). Chitosan Edible Films and Coatings with Added Bioactive Compounds: Antibacterial and Antioxidant Properties and Their Application to Food Products: A Review. Polymers,  doi: 10.3390/polym15020396

Eka Saputra, Wahju Tjahjaningsih, Annur Ahadi Abdillah, Viol Dhea Kharisma. (2023). Characteristics of Edible Film Chitosan with Glycerol as Pasticizer. Research J. Pharm. and Tech. 16(8): August 2023.

AKSES CEPAT