UNAIR NEWS – Perjalanan mahasiswa dalam meraih beasiswa untuk menunjang biaya perkuliahan sering kali menemui jalan terjal. Merespons persoalan ini, (BEM) (FEB) 51动漫 (UNAIR) menggelar kegiatan Go Scholarity, sebuah forum diskusi yang membincangkan perihal beasiswa sekaligus tips-tips pengembangan diri mahasiswa lainnya.
Kegiatan itu berlangsung pada Jumat (12/9/2025) di Aula Fadjar Notonegoro, Gedung FEB, Kampus Dharmawangsa-B, UNAIR. Hadir dua pembicara dalam kegiatan ini yakni Qonita Salma dan Aland Pradana.
Tips Hadapi Seleksi
Pembicara pertama, Qonita Salma membagikan cara menghadapi tiga hal yang paling krusial dalam proses seleksi beasiswa. Meliputi persyaratan administrasi, pembuatan esai, dan seleksi wawancara. Qonita mengatakan bahwa tiga hal tersebut saling berhubungan, yang mana keterangan dilampirkan dalam persyaratan administrasi maupun esai akan menjadi bahan pertanyaan ketika wawancara.
“Ketika lolos tahap wawancara, apa yang ada di administrasi dan esai itu akan ditanyakan kembali. Mereka (pemberi beasiswa, red) ingin melihat apakah Anda itu orang yang jujur dan konsisten. Untuk itu, pastikan menyimpan apa yang telah kalian cantumkan di berkas administrasi maupun esai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Qonita mengingatkan mahasiswa untuk senantiasa bertanya kepada penerima beasiswa terdahulu, baik ketika mengisi persyaratan administrasi, membuat esai, maupun wawancara. “Saya menerima tujuh beasiswa yang mana empat di antaranya adalah hasil dari banyak bertanya tips dan trik. Mungkin sering kali dianggap SKSD (istilah gaul dari sok kenal sok deket, red), tetapi justru kalian bisa dapat ilmu yang sangat linear sekaligus menambah relasi,” tuturnya.
Qonita mengatakan bahwa mahasiswa juga perlu menyiapkan diri untuk menghadapi question stress saat seleksi wawancara yang biasanya menjadi seleksi terakhir penentu kelulusan. Question stress merujuk pada pertanyaan yang tidak berhubungan seputar komitmen diri ataupun beasiswa.
“Question stress ini merupakan pertanyaan yang tidak kita ekspektasikan akan muncul. Saya bahkan pernah ditanya rencana nikah saat umur berapa. Kalian bisa menghadapinya dengan tenang dan fokus,” ungkapnya.
Kegagalan Bukan Penghalang
Sementara itu, Aland Pradana menyoroti perihal cara menumbuhkan rasa percaya diri dan konsisten mahasiswa dalam mengejar beasiswa. Menurutnya, cara yang paling ampuh adalah berhenti menimbun rasa takut akan kegagalan. Mahasiswa harus memupuk jiwa optimisme sekaligus memikirkan solusi-solusi atas problematika yang mungkin terjadi.
Bagi Aland, kegagalan bukan alasan untuk memudarkan sikap percaya diri dan konsisten dalam mengejar beasiswa. Kegagalan dapat menjadi proses evaluasi diri sehingga lebih siap ketika mendaftar beasiswa selanjutnya.
“Melalui kegagalan itu, kita jadi belajar cara bikin esai, cv, atau dokumen yang baik itu bagaimana,” pungkasnya.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Khefti Al Mawalia





