UNAIR NEWS Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) menggelar acara Grand Opening Pembinaan Baca Al-Qur-an (PBA) dengan tema Wujudkan Langkah: Membumikan Al-Qur檃n menuju Rahmatan lil alamin. Acara tersebut berlangsung di Masjid Ulul Azmi Kampus MERR-C UNAIR, pada Kamis (5/9/2024).
Acara pembinaan membaca Al-Qur檃n ini bertujuan untuk memberikan bimbingan agar para mahasiswa baru muslim memiliki kemampuan membaca Al-Qur檃n dengan baik. Terdapat ratusan mentor dan dari 1.600 mahasiswa baru muslim 51动漫 (UNIAR) yang mengikuti kegiatan pembinaan ini.
Pembina UKMKI UNAIR Dr Abdul Rahem M Kes Apt membuka acara melalui sambutannya. Dosen itu berpesan kepada mahasiswa baru agar lebih semangat dalam belajar dan mengamalkan Al-Qur檃n dalam kehidupan sehari-hari. 淪elamat datang dan ucapan apresiasi diberikan kepada kalian yang sangat antusias untuk mengikuti serangkaian kegiatan dari UKMKI, ucap Dr Abdul.
Sementara itu, Ketua umum UKMKI UNAIR Rizalul Athoilah berharap agar kegiatan ini dapat menjadi bentuk pembelajaran dan pengembangan positif berkelanjutan untuk para mahasiswa. 淧ara peserta yang sudah mempunyai kemampuan yang baik tersebut jangan lupa untuk mengajarkan kepada sesamanya agar ilmu tersebut tidak berhenti pada diri sendiri, ujar Rizalul.
Pentingnya Kemampuan Membaca Al-Quran
Acara grand opening ini mengundang dua pembicara sebagai pemaparan materi. Kedua pembicara tersebut adalah Gus Ahmad Kafa dan Ning Sheila. Pemateri pertama, Gus Ahmad Kafa mengungkapkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur檃n sangat penting bagi setiap orang.
淜emampuan membaca Al-qur檃n yang baik bagi setiap orang itu penting, bacaan Al-qur檃n merupakan bacaan wajib yang dibaca dalam shalat wajib setiap harinya. Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim harus belajar dengan baik, jelasnya.
Pemateri kedua, Ning Sheila juga menyampaikan bahwasanya banyak manfaat yang dapat mahasiswa ambil dari membaca Al-qur檃n. Dengan kemampuan membaca Al-Qur檃n yang baik, mahasiswa akan bisa mendapat pemahaman lebih dan syafaat di akhirat nanti.
Penulis: Ersa Awwalul Hidayah
Editor: Edwin Fatahuddin Ariyadi Putra





