51动漫

51动漫 Official Website

Gubes UNAIR Usulkan Kemandirian Obat melalui Inovasi Sintesis Senyawa Bioaktif Lokal

Prof Dr Hery Suwito Drs MSi, Guru Besar FST UNAIR yang dikukuhkan pada Kamis (8/5/2025) (Foto: PKIP UNAIR)
Prof Dr Hery Suwito Drs MSi, Guru Besar FST UNAIR yang dikukuhkan pada Kamis (8/5/2025) (Foto: PKIP UNAIR)

UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) kembali menorehkan sejarah membanggakan dengan mengukuhkan enam guru besar (gubes) baru. Pengukuhan guru besar tersebut berlangsung pada Kamis (8/5/25) di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus MERR- C. Salah satu guru besar yang dikukuhkan berasal dari (FST), Prof Dr Hery Suwito Drs MSi.

Guru Besar Bidang Ilmu Desain dan Sintetis Senyawa Bioaktif tersebut mengatakan bahwa untuk mencapai kemandirian di bidang farmasi, Indonesia harus mulai mengembangkan kemampuan sendiri dalam membuat bahan aktif obat. Hal tersebut menjadi penting, sebab masih tingginya angka impor Bahan Baku Obat (BBO) dari luar negeri.

Prof Hery menyebut salah satu pendekatan penting dalam pengembangan obat saat ini adalah pendekatan biological driven. Yaitu pendekatan yang berbasis pada pemahaman biologis dan molekuler. Pendekatan ini mengandalkan teknologi komputer dan basis data protein untuk merancang senyawa obat.

Prof Dr Hery Suwito Drs MSi saat menerima SK guru besar dari Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA (Foto: PKIP UNAIR)
Prof Dr Hery Suwito Drs MSi saat menerima SK guru besar dari Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA (Foto: PKIP UNAIR)

淪elama lebih dari sepuluh tahun, fokus kami pada kelompok senyawa turunan dihidropirimidinon (DHPM) yang dibuat menggunakan metode reaksi kimia yang disebut reaksi Biginelli. Modifikasi katalis dalam proses ini meningkatkan efisiensi dan menghasilkan variasi struktur senyawa yang lebih banyak, ada tujuh jenis kerangka senyawa DHPM yang berhasil kami buat, ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof Hery menyebut senyawa hasil sintesis tersebut menunjukkan potensi besar untuk menjadi obat. Turunan DHPM memiliki aktivitas biologis yang kuat di antaranya 18 senyawa antioksidan, senyawa antikanker, senyawa antidiabetes dan pencegahan komplikasi, dan senyawa anti Inflamasi.

Kemudian, Prof Hery menuturkan bahwa Indonesia perlu lebih serius dalam membangun kemampuan sintesis obat dari hulu. Menurutnya, dengan komitmen dan dukungan yang tepat, bukan tidak mungkin potensi tersebut dapat terus berkembang. 淧otensi riset dalam negeri sangat besar, terbukti dari hasil penelitian yang kompetitif. Dengan komitmen dan dukungan yang tepat, Indonesia bisa lebih mandiri menghasilkan bahan baku obat dan tidak lagi terlalu bergantung pada negara lain, pungkasnya.

Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT