UNAIR NEWS – Guest Lecture Fakultas Keperawatan 51动漫 (UNAIR) mengulas perbedaan asuhan keperawatan gerontik (lansia) yang ada di Malaysia dan Indonesia. Acara Guest Lecture tersebut terselenggara di Gedung Kuliah Bersama (GKB) Kampus MERR C UNAIR, Rabu (29/11/2023).
Hadir dalam acara tersebut, Dr Amirah Fatin Binti Ibrahim sebagai pemateri. Dalam pembahasannya, Dr Amirah mengulas perbedaan pendapat terkait Panti Jompo/Wreda di Indonesia dan Nursing Home di Malaysia.
“Konsepnya memang sama untuk orang tua, tapi Nursing Home di Malaysia tidak pernah memberikan persepsi buruk di masyarakat soalnya tujuannya untuk menyehatkan lansia,” ujarnya.
Sambungnya, hal itu menjadi salah satu perbedaan tingkat kepercayaan masyarakat Malaysia untuk menitipkan lansia di Nursing Home. Berbeda dengan yang ada di Indonesia, Panti Jompo cenderung mendapatkan persepsi yang negatif di masyarakat. Persepsi itu muncul karena anggapan bahwa lansia yang dititipkan ke panti jompo tidak diperhatikan oleh keluarganya.
“Stigma negatif ini sebenarnya bisa kita tekan dengan melakukan berbagai penelitian dan edukasi ke masyarakat. Namun, selama penelitian kasus di lapangan, jangan pernah lupa untuk observasi dan mencatat di field note,” tuturnya.

Kemandirian Lansia
Di Malaysia, lansia terlatih dan termotivasi untuk peduli akan kesehatan & perawatan diri sendiri. Hal itu terlihat dengan mereka mampu melakukan perawatan dan aktivitas harian tanpa memerlukan bantuan dari orang lain.
“Jadi kalau di sana kita melatih lansia ini agar mampu melakukan pencegahan suatu penyakit dan merawat penyakit yang mereka derita itu secara mandiri,” jelasnya.
Sedangkan untuk di Indonesia, edukasi kepada lansia terkait kemandirian melakukan perawatan diri dan kesehatan masih kurang. Kontrol perawatan kesehatan atas dirinya masih sangat bergantung dari generasi muda yang merawatnya, seperti anaknya.
Penulis: Rosita
Editor: Nuri Hermawan





