UNAIR NEWS , 51动漫 menggelar seminar Guest Lecture pada Sabtu (11/11/2023). Acara itu berlangsung di Ruang Majapahit lantai 5, Gedung ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B.
Kegiatan itu mengusung tema 淚mplementasi Kepemimpinan Transformatif di Sektor Kepolisian: Case Study di POLRES Mojokerto Kota. Pada kesempatan itu, Dr AKBP Wiwit Adisatria SH SIK MT hadir sebagai pembicara. Wiwit saat ini juga menjabat menjadi Kapolres Mojokerto.
Ia mengatakan bahwa perubahan menjadi karakter ekonomi global dalam kepolisian republik Indonesia. Selain itu, perubahan juga merupakan sebuah periode ketidakstabilan.
淜epolisian Republik Indonesia sejatinya sudah sering menghadapi perubahan. Misalnya seperti pembaruan surat keputusan KAPOLRI No. KEP/613/III/2021 perihal POLSEk yang tidak diperkenankan untuk menyidik suatu kasus, tuturnya.
Interaksi Kepemimpinan Transformatif
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa interaksi kepemimpinan transformatif dan dynamic managerial capabilities terhadap organizational capacity for change menunjukkan hasil dua kondisi yang tidak sesuai dengan teori. Di mana, saat DMC rendah dan transformational leadership juga rendah. Sebaliknya, organizational change capacity kuat.
淒MC sendiri artinya kemampuan manajer membangun, mengintegrasi dan merekonfigurasi sumber-sumber daya organisasi dan kompetensi. Dalam hal ini, hasil riset terkait interaksi tersebut bahwa kunci kepemimpinan transformasional adalah dengan melakukan peningkatan partisipasi anggota dalam nilai hasil dan cara mendapatkannya, paparnya.
淧ada konteks penelitian dalam Kepolisian Sektor mengindikasikan karakteristik organisasi yang berbeda. Oleh karena itu, sangat memungkinkan two interaction dynamic managerial capabilities dan transformational leadership itu dapat terjadi, jelasnya.
Selanjutnya, ia mengatakan bahwa fakta dalam lapangan saat ini, kinerja kepolisian banyak menuai kritikan. Kemudian, hal itu sudah menjadi evaluasi bagi pihak kepolisian.
淧erlahan, pihak kami sudah mengembangkan dan mengubah sistem dalam POLSEK. Misalnya dalam pembuatan SIM yang awalnya menyulitkan masyarakat dengan rintangan ujian praktek, sekarang jalurnya sudah kami ubah supaya memudahkan mereka, tambahnya.
Pada akhir, AKBP Wiwit mengatakan bahwa pemimpin dalam organisasi maupun dalam sektor kepolisian, sambungnya, berperan penting dalam meningkatkan atau menyeleksi SDM yang layak masuk dalam kategori. Pemilihan itu harus terlaksana tanpa campur tangan pihak-pihak lain.
淎da salah satu pepatah bahwa ikan busuk dari kepalanya. Saya setuju dengan itu, karena kebusukan dari suatu organisasi akan tercium dari pemimpinnya. Maka, penting untuk memilih pemimpin yang dapat mengayomi dan mengembangkan kinerja anak buahnya sehingga dapat menghasilkan sistem kerja yang baik, pungkasnya.
Penulis: Christopher Hendrawan
Editor: Nuri Hermawan





