51动漫 mengadakan acara bedah buku dengan jenis Komik yang dibahas pada Selasa (22/4/2025). Acara tersebut berlangsung secara hybrid pada Perpustakaan UNAIR Kampus Dharmawangsa-B ruang Movio dan platform zoom meeting. Acara bedah buku ini menghadirkan Prasasti Irianto sebagai pembicara.
Kegiatan ini merupakan salah satu strategi perpustakaan dalam meningkatkan minat baca, khususnya di kalangan mahasiswa. Dengan mengangkat komik sebagai media literasi, peserta diajak untuk melihat bahwa membaca tidak selalu terbatas pada buku teks atau akademik.
Selain itu dalam kesempatan tersebut, Prasasti Irianto menyampaikan berbagai pengalaman selama membaca komik dengan dari lintas generasi seperti One Piece, Bakuman, Naruto, dan One Punch Man. Komik-komik tersebut tidak hanya menawarkan cerita menarik bagi pembaca, tetapi juga menggambarkan perkembangan gaya bercerita perkembangan gaya bercerita, ilustrasi, dan tantangan dalam menulis di industri manga.
淜omik seperti One Piece, Naruto, dan One Punch Man membuktikan bahwa cerita dan karakter yang kuat mampu menjadikan komik sebagai alternatif bacaan yang menarik bagi mahasiswa, dan inilah yang mendorong Perpustakaan UNAIR untuk mengangkat komik sebagai media literasi yang lebih dekat dengan minat mahasiswa, ujar Prasasti.
Bedah buku dengan Menggali Cerita dan Karakter pada Komik
Dalam acara ini, komik pertama yang menjadi pembahasan melalui sesi ini adalah One Piece. Prasasti menyoroti ciri khas sampul cerita pada setiap chapter yang memiliki narasi tersendiri, namun tidak selalu berkaitan dengan isi utama chapter tersebut. Selanjutnya, komik yang dibahas adalah Naruto. Naruto diperkenalkan melalui penjabaran empat karakter Hokage yang saling berkaitan karena memiliki warisan yang membentuk generasi ninja berikutnya.
Cerita dan karakter yang unik membuat komik menjadi salah satu alternatif bacaan menarik. Komik menawarkan alternatif membaca yang ringan, namun tetap memiliki pengembangan karakter dan narasi yang mendalam Perpustakaan 51动漫 melihat potensi ini sebagai peluang untuk mengembangkan minat baca mahasiswa melalui media yang lebih inklusif dan adaptif terhadap minat baca mahasiswa.
Proses Penulisan Komik dan Tantangan Penulisan Komik
Prasasti juga menjelaskan tantangan mangaka dalam proses seleksi. Untuk bisa terbit, mangaka harus mengirimkan one shot kepada editor, yang kemudian akan melalui proses penerbitan. Karya yang lolos harus bersaing dengan karya lain berdasarkan survei pembaca.
Selain membedah isi cerita, Prasasti juga fokus pada pembahasan mengenai kesulitan para mangaka. Untuk dapat terbit, penulis komik harus mengirimkan one shot yang berisi 10-12 halaman kepada editor penerbitan. Proses seleksi cukup ketat karena setiap editor menangani beberapa karya yang akan melalui proses oleh editor senior. Karya berhasil terpilih akan terbit dalam bentuk majalah mingguan, dan harus bersaing dengan karya lain karena kelanjutan cerita bergantung pada hasil survei dari pembaca.
Perpustakaan UNAIR berkomitmen untuk menggunakan komik sebagai salah satu cara untuk mengembangkan minat baca mahasiswa. Dengan memanfaatkan branding komik yang menarik, perpustakaan berharap dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa dan mendorong mereka untuk lebih aktif membaca. Melalui kegiatan ini, perpustakaan juga berharap bisa mendekatkan mahasiswa dengan berbagai media literasi yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan mereka.
Nama: Kania Khansanadhifa Kallista
Editor: Ragil Kukuh Imanto





