51动漫

51动漫 Official Website

Guru Besar UNAIR Bagikan Pengalaman Sebagai Top 2% Scientist 2022-2025 Dunia di NCKU Taiwan

Prof Ferry Efendi Bagikan Pengalaman Sebagai Top 2% Scientist 2022-2025 Dunia di NCKU Taiwan
Prof Ferry Efendi Bagikan Pengalaman Sebagai Top 2% Scientist 2022-2025 Dunia di NCKU Taiwan (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Komitmen untuk memperkuat jejaring akademik internasional terus dilakukan oleh 51动漫 (UNAIR). Salah satu bentuk nyata upaya tersebut terlihat melalui kegiatan Alumni Sharing Session di Department of Nursing, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan yang menghadirkan Prof Ferry Efendi PhD, dosen UNAIR, sebagai pembicara tamu.

Prof Ferry, yang juga merupakan alumnus NCKU, berbagi pengalaman akademik dan perjalanan risetnya hingga berhasil meraih pengakuan sebagai Top 2% Scientist Dunia selama empat tahun berturut-turut (20222025) berdasarkan pemeringkatan dari Stanford University. Dalam sesi tersebut, ia menekankan pentingnya peran mentor dan kolaborasi lintas negara dalam membangun karier penelitian yang berkelanjutan.

淪aya belajar banyak dari Prof Ching-Min Chen, pembimbing saya semasa studi doktoral di NCKU. Beliau tidak hanya mengajarkan metodologi penelitian, tetapi juga menanamkan nilai ketekunan, kepemimpinan dan kolaborasi. Prinsip itu yang terus saya pegang hingga sekarang, ujar Prof Ferry.

Dalam paparannya, Prof Ferry juga menjelaskan arah riset yang kini ia geluti, yakni migrasi perawat internasional, sebuah isu yang menjadi sorotan global di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan lintas negara. Ia menilai bahwa topik tersebut tidak hanya berkaitan dengan mobilitas kerja, tetapi juga menyangkut ketahanan sistem kesehatan dan kesejahteraan tenaga kesehatan di negara asal. Tidak hanya itu, dampak risetnya juga terlihat dari lebih dari 24 studi yang dikutip oleh entitas global seperti WHO, World Bank, OECD, dan entitas global lainnya.

淩iset ini berupaya melihat migrasi tenaga keperawatan dari perspektif negara pengirim. Termasuk dampaknya terhadap sistem layanan kesehatan dan kebijakan tenaga kerja, jelasnya.

Kegiatan di NCKU ini juga menandai eratnya hubungan antara dua universitas riset kelas dunia, NCKU dan UNAIR, yang sama-sama berkomitmen pada pengembangan sains dan kolaborasi internasional. Melalui jaringan akademik yang telah terbangun, kedua institusi berupaya memperkuat kontribusi Asia dalam lanskap riset global.

Selain menjadi dosen dan peneliti di Fakultas Keperawatan UNAIR, Prof Ferry juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual (LPJPHKI) serta memimpin Research Center for Advancing Community Healthcare (REACH). Ia dikenal aktif mendorong budaya riset kolaboratif yang menghubungkan kampus, industri, dan masyarakat.

Menutup sesi berbagi, Prof Ferry menyampaikan pesan bagi peneliti muda untuk terus konsisten dan terbuka terhadap kerja sama lintas disiplin.

淢enjadi peneliti bukan hanya tentang prestasi individual, tapi kerja tim dan kontribusi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Kolaborasi adalah kunci untuk mencapai dampak yang lebih luas, pesannya. Kegiatan ini menjadi simbol kesinambungan kerja sama antara UNAIR dan NCKU, dua universitas yang terus berupaya memperkuat kiprah riset Asia di tingkat global.

Penulis: Visky

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT