UNAIR NEWS Kemiskinan menjadi sebuah masalah yang terjadi secara global, termasuk di Negara Indonesia. Kemiskinan yang ada di Indonesia menjadi sebuah permasalahan yang tidak kunjung selesai. Dalam menanggapi permasalahan ini dosen sekaligus Dekan 51动漫 (UNAIR), Prof Dr Bagong Suyanto Drs MSi menawarkan solusi dalam mengatasi terjadinya kemiskinan dalam webinar ASN Belajar oleh BPSDM JATIM TV Kamis (24/10/2024).
Menurut Prof Bagong definisi kemiskinan terdapat salah persepsi terkait definisi kemiskinan di masyarakat. Ia menjelaskan berdasarkan robert chambers terdapat perbedaan antara kemiskinan dan perangkap kemiskinan. 滽emiskinan terjadi ketika kemiskinan tersebut hanya di simplifikasi dalam masalah ekonomi saja sehingga program yang dilakukan hanya berdasarkan pendekatan ekonomi, jelasnya.
Prof Bagong juga menjelaskan bahwa terdapat berbagai indikator dalam mengukur kemiskinan. Salah satunya adalah dengan melihat apakah keluarga miskin itu memiliki aset yang dapat berkembang atau tidak. 淎pakah keluarga miskin itu memiliki aset produksi yang memiliki daya guna untuk mengembangkan potensi ekonominya, ungkapnya.
Dimensi Pengaruh Kemiskinan
Dosen FISIP itu menjelaskan bahwa jika berdasarkan pada teori miliki chambers, maka kemiskinan tidak hanya terukur dari faktor ekonomi saja. Namun, terdapat lima indikator yang dapat menentukan kemiskinan seseorang. 渂ahkan empat dimensi yang lain justru bukan dimensi ekonomi. hal ini menjadi banyak kesalahan dalam persepsi masyarakat dalam melihat kemiskinan, terangnya.

Menurut Prof Bagong terdapat empat dimensi yang harus mendapat perhatian, salah satunya kerentanan. Ia menjelaskan bahwa kerentanan merupakan orang yang memiliki utang dan juga menjadi penyangga ekonomi atau penopang dalam kebutuhan ekonomi.
Selain itu, dimensi yang perlu mendapat perhatian adalah keterisolasian. 淜edua merupakan keterisolasian yang berarti mereka kesusahan mendapatkan akses termasuk kesulitan dalam mendapatkan akses dalam pasar dan permodalan sehingga kesulitan untuk mengambangkan bisnisnya, jelasnya.
Kemudian adapun ketidakberdayaan yang menurut Bagong merupakan posisi tawar keluarga miskin terhadap kelas sosial di atasnya. Hal ini membuat keluarga miskin cenderung memiliki margin keuntungan yang tipis. Ia melanjutkan adanya dimensi kesehatan, di mana dampak dari implikasi sakit bisa berbeda bagi orang miskin dan orang kaya. 淏agi orang miskin meskipun biaya berobatnya sudah diganti oleh bpjs, tetapi penghasilan si miskin selama sakit tidak akan tercover sehingga hanya tercover sebagian, ungkapnya.
Solusi Permasalahan Kemiskinan
Bagong mengatakan bahwa perlu ada perbaikan pada program pemberantasan kemiskinan. 淒engan hanya mengandalkan program yang menaikan skala usaha orang miskin, yang akhirnya malah berisiko menghadapkan orang miskin pada persaingan yang semakin ketat, karena yang mereka hadapi adalah orang yang berada di atasnya, tuturnya.
Dengan mengacu pada permasalahan itu, maka menurut Bagong tindakan yang sesuai adalah memberdayakan masyarakat miskin dengan tidak membuatnya bersaing dengan kompetitor yang lebih besar tersebut. 漇ehingga terdapat solusi bagaimana orang miskin membuat usaha yang tidak berisiko mengundang persaingan dari kompetitor yang lebih tinggi lainnya, terangnya.
Penulis : Ahmad Hanif Musthafa
Editor : Edwin Fatahuddin





