UNAIR NEWS Ketimpangan pertumbuhan ekonomi di tengah arus globalisasi menjadi tantangan yang perlu dijawab dengan keseimbangan antara kemajuan dan pemerataan kesejahteraan. Menanggapi isu tersebut, International Development Student Conference (IDSC) 2025, salah satu program unggulan 51动漫 (UNAIR), menutup rangkaian kegiatannya melalui Seminar Nasional pada Minggu (9/11/2025) di Aula Ternate, Menara ASEEC, Kampus Dharmawangsa-B 51动漫.
Mengusung tema 淧ertumbuhan vs Kesetaraan: Globalisasi vs Ekonomi Lokal, kegiatan ini menghadirkan pembicara inspiratif lintas bidang untuk membedah tantangan pembangunan ekonomi di era global. Salah satu di antaranya, Emil Elestianto Dardak PhD, Wakil Gubernur Jawa Timur.

Keseimbangan Ekonomi Pancasila
Dalam sesi talkshow pembuka, Emil Elestianto Dardak PhD menyoroti peran strategis pemerintah dalam mengeimbangkan mekanisme pasar dan kepentingan masyarakat. Menurutnya, dalam sistem ekonomi, negara tidak akan membatasi, melainkan memastikan agar roda pasar tetap condong pada kesejahteraan rakyat.
淒alam memimpin pemerintahan, kita berurusan dengan hajat hidup masyarakat banyak. Apa pun masalah yang masyarakat miliki, harus kita respons dan di situlah seni tersendiri dalam kepemimpinan, ujarnya.
Adaptasi Generasi Muda
Pada kesempatan yang sama, Emil juga mempertegas perubahan lanskap ekonomi yang menuntut generasi muda untuk terus beradaptasi. Ia menegaskan bahwa dunia kerja kini tidak lagi menjanjikan kepastian seperti masa lalu, ketika gelar pendidikan tinggi otomatis berbanding lurus dengan karier mapan.
淒unia sekarang gampang naik, gampang jatuh. Tantangannya bukan hanya bertahan, tapi juga beradaptasi, ujarnya.
Fenomena gig economy dan meningkatnya jumlah freelancer menjadi bukti bahwa pasar tenaga kerja semakin fleksibel. Emil menilai, fondasi ekonomi dan pendidikan harus berjalan selaras agar generasi muda mampu menghadapi perubahan dan menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
Penulis: Era Fazira
Editor: Ragil Kukuh Imanto





