51动漫

51动漫 Official Website

Hadirkan Alumni, Kuliah Tamu Ilmu Sejarah Ulas Aspek Dasar Film Dokumenter

Kuliah Tamu Alumni 淢enghidupkan Sejarah Lewat Lensa: Workshop Pembuatan Video Dokumenter (Foto: Istimewa)
Kuliah Tamu Alumni 淢enghidupkan Sejarah Lewat Lensa: Workshop Pembuatan Video Dokumenter (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Departemen 51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan kuliah tamu pada Kamis (24/10/24). Narasumber kuliah tamu kali ini datang dari seorang alumni Ilmu Sejarah UNAIR, Muhammad Aji Oktabrian S Hum. Ia berkecimpung di dunia film dokumenter dan telah memproduseri beberapa karya film pendek dokumenter.

Muhammad Aji dalam film pendek Easy Things menunjukkan keterampilannya sebagai produser. Tidak berhenti di situ, Muhammad Aji juga menjadi produser dalam film pendek Dokumenter Gedung Setan dan Laut Telan Aku. Ia mengembangkan keterampilannya melalui pelatihan. 淭ahun 2023 saya mengikuti pelatihan pusat pengembangan film sebagai sinematografer, ungkapnya.

Dalam kuliah tamu bertema 淢enghidupkan Sejarah Lewat Lensa itu, Muhammad Aji menyampaikan aspek-aspek penting dalam proses pembuatan film dokumenter. Pembuat film dokumenter harus memahami pengetahuan dasar film dokumenter. Dalam hal ini, ia memaparkan empat aspek dasar penting tentang film dokumenter.

Muhammad Aji saat menyampaikan materi dalam kuliah tamu alumni Ilmu Sejarah (Foto: Istimewa)
Muhammad Aji saat menyampaikan materi dalam kuliah tamu alumni Ilmu Sejarah (Foto: Istimewa)

淧ertama, dokumenter harus memiliki objek atau isu. Kedua adalah point of view. Ketika kita menulis sejarah terutama peristiwa-peristiwa besar, kita melihat sudut pandang lain. Ketiga adalah storytelling, poin penting yang membedakan dokumenter dengan film sejenis. Selanjutnya, harus aktual dan faktual berisi fakta dan benar-benar terjadi, jelasnya.

Lebih lanjut, Muhammad Aji menyampaikan perbedaan dokumenter, dokumentasi, dan jurnalistik televisi. Ia mengatakan bahwa dokumentasi hanya sekadar merekam tanpa banyak edit. Jurnalistik televisi menuntut naskah berita dengan tujuan penayangan tertentu. Sedangkan, dokumenter jelas mengedepankan storytelling dan ada tujuan tertentu. 

Setelah memahami aspek dasar film dokumenter, pembuat film harus memahami jenis-jenis film dokumenter. Muhammad Aji memaparkan dua belas jenis dokumenter. Laporan perjalanan, sejarah, potret/biografi, nostalgia, rekonstruksi, investigasi, perbandingan dan kontradiksi, ilmu pengetahuan, buku harian, musik, association picture story, hingga  dokudrama.

淜unci dokumenter sejarah adalah fakta dan referensinya harus akurat. Dokumenter musik cukup berkembang sampai sekarang karena musisi-musisi besar sering mengabadikan perjalanan hidup atau musik mereka. Dokudrama termuat dalam film G30S/PKI, reka ulang peristiwa yang bisa jadi dokudrama. Dokumentari tapi ada drama dan isunya, tambahnya.

Penulis: Syaharani Putri Aisyah

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT